Grup Djarum Rotasi Komisaris di DATA, Hartono Tanuwidjaja Masuk Jajaran Pengawas
Baca dalam 60 detik
- PT Remala Abadi Tbk (DATA) resmi mengangkat Hartono Tanuwidjaja sebagai komisaris baru melalui RUPST yang digelar akhir Juni 2026.
- Langkah ini merupakan bagian dari penyegaran jajaran pengawas emiten Grup Djarum, tanpa mengubah struktur direksi yang ada.
- Manajemen memastikan rotasi komisaris tidak berdampak pada operasional dan keuangan perusahaan dalam jangka pendek.

PT Remala Abadi Tbk (DATA), emiten teknologi informasi yang berada di bawah naungan Grup Djarum, resmi menunjuk Hartono Tanuwidjaja sebagai komisaris baru. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada akhir Juni 2026, menandai perubahan di jajaran pengawas perseroan setelah beberapa tahun terakhir tidak ada rotasi besar.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen DATA menyatakan bahwa pengangkatan Hartono Tanuwidjaja berlaku efektif sejak rapat ditutup hingga RUPST tahun 2028. Dengan demikian, masa jabatannya akan berlangsung sekitar dua tahun ke depan, sejalan dengan periode kepengurusan dewan komisaris yang baru.
Rotasi ini tidak mengubah susunan direksi yang masih dipercayakan kepada Agus Setiono sebagai Direktur Utama dan Adrian Renaldy sebagai Direktur. Sementara di jajaran komisaris, Anita Anwar tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, ditemani Hartono Tanuwidjaja dan Ahmad Alamsyah Saragih sebagai komisaris. Dengan demikian, struktur pengawasan DATA kini kembali lengkap setelah sebelumnya sempat ada kekosongan.
Manajemen DATA menegaskan bahwa perubahan susunan dewan komisaris tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Peryataan ini lazim disertakan dalam setiap perubahan organ perusahaan untuk memberikan kepastian kepada pemegang saham dan publik.
Bagi investor dan pelaku pasar, langkah ini dapat dibaca sebagai upaya penyegaran tata kelola di tubuh DATA. Grup Djarum dikenal kerap melakukan rotasi internal di berbagai anak usahanya untuk menjaga efektivitas pengawasan. Hartono Tanuwidjaja sendiri bukan figur baru di lingkungan Grup Djarum; ia sebelumnya tercatat menduduki posisi strategis di beberapa entitas afiliasi, meskipun detail latar belakangnya tidak diungkap dalam keterbukaan ini.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah rotasi ini menjadi sinyal perubahan strategi bisnis DATA, terutama di tengah persaingan industri teknologi informasi yang kian ketat. Meskipun manajemen menyatakan tidak ada dampak langsung, investor akan mencermati langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan ekspansi atau efisiensi yang mungkin diambil di bawah pengawasan komisaris baru.



