Pemilik Jeep dan Pickup Diesel di Malaysia Bisa Dapat Tambahan 100 Liter Subsidi
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Malaysia mengonfirmasi bahwa pemilik kendaraan diesel jenis jeep dan pickup dapat mengajukan tambahan jatah 100 liter, sehingga total subsidi mencapai 300 liter per bulan.
- Kebijakan ini merupakan respons terhadap keluhan dari Sabah yang menganggap kuota awal 200 liter tidak mencukupi kebutuhan transportasi di wilayah tersebut.
- Program Budi Diesel akan diterapkan penuh secara nasional mulai 1 Juli dengan harga subsidi Rp7.200 per liter, dan pendaftaran tambahan dapat dilakukan secara online atau di kantor LHDN.

Pemerintah Malaysia memastikan bahwa pemilik kendaraan diesel jenis jeep dan pickup dapat mengajukan tambahan alokasi bahan bakar hingga 100 liter, sehingga total jatah subsidi yang diterima mencapai 300 liter per bulan. Langkah ini diambil setelah muncul kritik bahwa kuota dasar 200 liter yang ditetapkan dalam program Budi Madani Diesel (Budi Diesel) tidak memadai, terutama bagi pengguna di wilayah dengan karakteristik geografis dan pola perjalanan yang ekstensif seperti Sabah dan Sarawak.
Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, Datuk Armizan Mohd Ali, menegaskan bahwa angka 200 liter hanyalah jatah dasar untuk kendaraan diesel yang terdaftar atas nama individu. โMereka yang memiliki pickup dan jeep bisa mengajukan tambahan 100 liter, sehingga totalnya menjadi 300 liter. Ini berlaku di seluruh negeri,โ ujarnya di Putrajaya, Sabtu (27/6). Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi kesalahpahaman di kalangan masyarakat yang mengira kuota maksimal hanya 200 liter.
Program Budi Diesel merupakan skema subsidi bersubsidi yang menyasar pemilik kendaraan diesel pribadi dan usaha kecil. Pada tahap awal yang berlangsung di Semenanjung Malaysia, harga diesel bersubsidi ditetapkan sebesar RM2,15 per liter dengan verifikasi MyKad di stasiun pengisian bahan bakar yang berpartisipasi. Mulai 1 Juli, implementasi penuh akan berlaku secara nasional dengan harga RM2,10 per liter. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi bagi masyarakat yang sangat bergantung pada kendaraan diesel.
Keputusan menambah kuota tidak lepas dari desakan sejumlah anggota dewan negara bagian Sabah yang meminta agar jatah dinaikkan dari 200 liter menjadi 300 liter. Mereka beralasan bahwa kondisi geografis Sabah yang luas dan pola perjalanan yang tinggi membutuhkan konsumsi bahan bakar lebih besar. Sekretaris Jenderal Perbendaharaan, Tan Sri Johan Mahmood Merican, mengonfirmasi bahwa permohonan tambahan dapat diajukan melalui portal budimadani.gov.my atau secara langsung di kantor LHDN. โKantor LHDN Sabah dan Sarawak juga akan dibuka akhir pekan ini untuk membantu,โ katanya.
Menteri Keuangan II, Datuk Seri Amir Hamzah Azizan, sebelumnya telah mengisyaratkan kelonggaran ini. Ia menjelaskan bahwa pemohon harus memiliki kendaraan diesel yang terdaftar atas nama pribadi, serta memiliki surat izin mengemudi dan surat tanda nomor kendaraan yang masih berlaku. Armizan juga mengingatkan pemilik kendaraan diesel agar tidak kaget jika melihat harga di meteran pompa lebih tinggi dari yang dibayarkan. โPompa akan menampilkan harga berdasarkan mekanisme harga otomatis, tetapi subsidi akan tercermin di struk,โ jelasnya.
Ke depannya, efektivitas program ini akan diuji oleh tingkat partisipasi masyarakat dan kesiapan infrastruktur, terutama di wilayah timur Malaysia. Apakah tambahan kuota 100 liter cukup menjawab kebutuhan riil pengguna jeep dan pickup, atau justru memicu lonjakan permintaan yang membebani anggaran subsidi? Pemerintah tampaknya masih harus terus menyempurnakan skema ini agar tepat sasaran tanpa menimbulkan distorsi pasar.



