Callum Simpson Balas Dendam, Kalahkan Troy Williamson dan Rebut Kembali Gelar
Baca dalam 60 detik
- Simpson menang angka mutlak atas Williamson dalam duel ulang di Leeds, membalas kekalahan KO di ronde 10 pada Desember lalu.
- Kemenangan ini mengukuhkan posisi Simpson di peta tinju kelas menengah super Inggris dan membuka peluang duel perebutan gelar dunia.
- Promotor Ben Shalom menargetkan Simpson bisa tampil di laga perebutan sabuk dunia dalam 12 bulan ke depan.

Callum Simpson akhirnya menuntaskan misi balas dendam. Petinju kelas menengah super asal Yorkshire itu menang angka mutlak atas Troy Williamson dalam laga ulang yang berlangsung di Leeds, Sabtu (22/6) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengembalikan sabuk juara Inggris dan Persemakmuran ke pinggangnya, setelah sebelumnya direbut Williamson pada Desember tahun lalu.
Dalam pertarungan yang berlangsung sengit selama 12 ronde, ketiga juri kompak memberikan kemenangan untuk Simpson dengan skor 116-112, 117-112, dan 115-113. Catatan profesional Simpson kini meningkat menjadi 19 kemenangan dan hanya satu kekalahan, sementara Williamson harus menerima kenyataan pahit dengan rekor 22-5-1.
Pertarungan ini bukan sekadar adu jotos biasa. Simpson, yang kini berusia 29 tahun, tampil dengan pelatih baru, Rob McCracken, dan langsung menunjukkan perubahan signifikan. Di ronde ketiga, ia mengguncang Williamson dengan pukulan kanan keras. Namun, Williamson yang berusia 34 tahun bukan petarung yang mudah menyerah. Ia membalas di ronde kedelapan dan terus menekan di ronde terakhir, meski akhirnya gagal meraih kemenangan knockout yang ia butuhkan.
Di balik kemenangan ini, Simpson mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Pada pertarungan pertama yang berakhir dengan kekalahan, ia mengaku mengalami pecah gendang telinga di kedua telinganya sejak ronde pembuka. "Saya benar-benar berantakan saat itu, jadi pertarungan itu hanya soal bertahan," ujarnya. Namun, ia memilih tidak menjadikan cedera sebagai alasan. "Saya kembali lebih baik, belajar dari kekalahan itu, dan saya tahu malam ini saya akan menang," tambahnya.
Promotor Simpson, Ben Shalom, menyebut pertarungan ini "luar biasa" dan memuji kegigihan Williamson yang terus menekan. Namun, Shalom menegaskan bahwa Simpson kini kembali berada dalam jalur perebutan gelar dunia. "Dalam tinju, orang terlalu cepat mencoret seseorang. Banyak yang bilang jangan ambil rematch ini. Tapi kami ambil, dan dia berhasil," katanya.
Bagi penggemar tinju Indonesia, kemenangan Simpson ini menarik untuk disimak. Meski tidak ada petinju Indonesia yang terlibat langsung, dinamika kelas menengah super ini bisa menjadi gambaran persaingan ketat di level internasional. Petinju Indonesia seperti Daud Yordan atau petinju muda lainnya yang bercita-cita menembus panggung dunia bisa belajar dari mentalitas Simpson yang mampu bangkit dari kekalahan dan memperbaiki diri.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah siapa lawan selanjutnya untuk Simpson. Dengan statusnya yang kembali sebagai juara Inggris dan Persemakmuran, serta dukungan promotor yang optimistis, peluang untuk menghadapi petinju top dunia seperti Canelo Alvarez atau David Benavidez bukanlah hal yang mustahil. Namun, jalan menuju gelar dunia tetap panjang dan penuh tantangan. Mampukah Simpson mempertahankan performa terbaiknya dan merebut sabuk dunia? Kita tunggu saja.



