Merdeka Copper Gold Tebar Dividen Rp300 Miliar dan Rombak Jajaran Direksi
Baca dalam 60 detik
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar RUPS yang menyetujui pembagian dividen tunai maksimal Rp300 miliar dari saldo laba.
- Emiten tambang ini juga merestui aksi private placement hingga 10% saham baru dan merombak susunan direksi dengan tiga nama baru.
- Kinerja operasional anak usaha di sektor emas dan nikel menunjukkan pertumbuhan signifikan, menjadi modal bagi ekspansi ke depan.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai maksimal Rp300 miliar kepada para pemegang saham, menyusul peningkatan kinerja operasional di lini emas dan nikel. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara elektronik pada Selasa, 23 Juni 2026.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menyatakan bahwa dividen tersebut berasal dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. "Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama Perseroan. Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek Perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Selain dividen, RUPS juga menyetujui rencana Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement) IV sebanyak-banyaknya 2.447.298.377 saham, atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Langkah ini lazim dilakukan emiten untuk menggalang dana segar guna mendanai proyek ekspansi tanpa harus melalui rights issue yang lebih rumit.
Pergantian jajaran direksi juga menjadi sorotan. Tiga nama baruโMirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, dan M.P. Riyadi Effendy (Teddy Effendy)โresmi diangkat sebagai direktur, menggantikan Jason Laurence, David Thomas Fowler, dan Chrisanthus Supriyo yang mengundurkan diri. Susunan komisaris tidak berubah. Langkah ini dinilai sebagai upaya penyegaran manajemen untuk menghadapi tantangan industri pertambangan yang kian kompetitif.
Dari sisi operasional, anak usaha MDKA di sektor emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), mencatatkan penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan pertama pada Maret 2026. Pada kuartal I-2026, EMAS memproduksi 1.818 ounce emas dan menjual 516 ounce. Target produksi tahun ini dipatok 100.000 hingga 115.000 ounce. Sementara itu, di sektor nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan produksi bijih yang kuat di tambang Konawe. Produksi saprolit melonjak 72% dan limonit melejit 195% secara tahunan. Progres konstruksi fasilitas HPAL SLNC mencapai 95%, dan pabrik AIM telah memproduksi 120.911 ton asam sulfat selama periode commissioning.
Bagi investor di Indonesia, aksi korporasi MDKA ini memberikan sinyal positif. Pembagian dividen menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap arus kas perusahaan, sementara private placement membuka peluang pendanaan ekspansi tanpa membebani utang. Namun, investor perlu mencermati potensi dilusi kepemilikan akibat penerbitan saham baru. Dengan fundamental operasional yang menguat, MDKA tampaknya siap memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas tambang.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa cepat realisasi produksi emas dan nikel dapat mencapai target, serta bagaimana dampak private placement terhadap struktur modal perseroan. Jawabannya akan menentukan apakah langkah dividen dan perombakan direksi ini benar-benar membawa nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.



