Spacex Melaju ke Nasdaq-100, Dogecoin Terangkat 2%
Baca dalam 60 detik
- Harga Dogecoin naik 2% ke $0,0753 setelah SpaceX dikabarkan akan masuk indeks Nasdaq-100, memicu optimisme pasar.
- Volume perdagangan DOGE justru merosot 42% menjadi $560 juta, sementara ETF spot Dogecoin hanya mencatat arus masuk $12,4 juta sejak November 2025.
- Analis menilai kenaikan ini bersifat teknis dan jangka pendek, dengan resistensi kunci di $0,079 dan support di $0,074.

Harga Dogecoin (DOGE) menanjak 2 persen dalam 24 jam terakhir ke level $0,0753, didorong oleh kabar bahwa SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, akan segera bergabung dengan indeks Nasdaq-100. Pergerakan ini sedikit lebih baik dibandingkan pasar kripto yang cenderung datar, namun para analis mengingatkan bahwa reli ini lebih bersifat teknis ketimbang fundamental.
Spacex, yang baru melantai di bursa kurang dari sebulan lalu, menjadi salah satu perusahaan dengan proses masuk tercepat ke dalam indeks acuan teknologi tersebut. Nasdaq diperkirakan akan mengumumkan kelayakan SpaceX pada akhir pekan ini. Jika memenuhi syarat, dana indeks dan produk terkait akan mulai membeli saham SpaceX setelah pasar tutup pada 6 Juli, dan secara resmi masuk indeks sebelum perdagangan 7 Juli. Bobot SpaceX di Nasdaq-100 diproyeksikan kurang dari 1 persen.
Kenaikan Dogecoin terjadi setelah harga sempat menyentuh level terendah multi-tahun di dekat $0,072 pada 26 Juni. Indikator RSI14 yang berada di angka 25,61 menandakan kondisi jenuh jual yang ekstrem, yang secara historis kerap memicu bounce jangka pendek. Namun, analis kripto menilai bounce ini lebih merupakan kelelahan momentum ketimbang katalis bullish baru.
Di sisi lain, minat institusional terhadap Dogecoin masih sangat rendah. Tiga ETF spot Dogecoin yang diluncurkan di Amerika Serikat sejak November 2025 hanya berhasil mengumpulkan arus masuk bersih sebesar $12,4 juta. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan ETF spot XRP yang mencatat lebih dari $1 miliar pada periode yang sama. Menurut para analis, minimnya aliran dana ke ETF DOGE menjadi sinyal bearish karena arus ETF yang stabil merupakan indikator kunci permintaan institusional yang berkelanjutan.
Bagi investor di Indonesia, pergerakan Dogecoin tetap perlu dicermati mengingat popularitas aset ini di kalangan trader ritel Tanah Air. Meski demikian, volatilitas tinggi dan minimnya fundamental kuat membuat DOGE lebih cocok untuk perdagangan jangka pendek ketimbang investasi jangka panjang. Regulasi aset kripto di Indonesia yang terus berkembang juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Ke depan, pergerakan harga Dogecoin akan sangat bergantung pada kemampuan bertahan di level support $0,074. Jika level ini bertahan, resistensi terdekat berada di moving average 7 hari sekitar $0,079. Sebaliknya, jika tembus di bawah $0,072, tekanan jual bisa meningkat menuju support berikutnya di $0,070. Dengan beta yang masih tinggi terhadap Bitcoin, penurunan BTC di bawah $59.000 berpotensi menyeret altcoin seperti DOGE ikut tertekan. Pertanyaannya, akankah momentum positif dari SpaceX cukup kuat untuk mengubah tren jangka panjang Dogecoin yang masih bearish?



