Madonna dan Charli XCX Hempaskan Rumor Perseteruan di Panggung Mode Paris
Baca dalam 60 detik
- Madonna dan Charli XCX menghadiri peragaan busana Saint Laurent di Paris, duduk berdampingan dan berjoget bersama, mengakhiri spekulasi ketegangan di antara mereka.
- Perseteruan dipicu oleh lirik lagu Charli 'Rock Music' yang menyebut 'dance floor is dead', ditanggapi Madonna dengan unggahan Instagram bernada sindiran.
- Charli kemudian menjelaskan bahwa lirik tersebut merujuk pada albumnya 'Brat', bukan kondisi lantai dansa secara umum, dan ia justru optimistis terhadap musik dansa.

Madonna dan Charli XCX membuktikan bahwa lantai dansa masih hidup, setidaknya di panggung mode Paris. Keduanya menghabiskan beberapa jam berdampingan di peragaan busana Saint Laurent dan pesta setelahnya, mengubur spekulasi perseteruan yang sempat mencuat.
Pekan lalu, ketegangan antara dua generasi ikon pop ini memanas setelah Charli meluncurkan lagu berjudul "Rock Music" yang mengandung baris "the dance floor is dead". Madonna, yang tengah mempersiapkan album dansa terbarunya Confessions II, merespons dengan mengunggah serangkaian gambar bernuansa disko di Instagram disertai caption: โIf your Dance Floor feels dead Maybe youโre playing the wrong music.โ Banyak penggemar menafsirkan kalimat itu sebagai sindiran langsung kepada Charli.
Namun, pada peragaan busana Saint Laurent untuk koleksi pria musim semi/panas 2027, Selasa (23/06/26) waktu setempat, keduanya duduk bersebelahan, sesekali merokok dan berpelukan. Momen itu langsung menjadi sorotan kamera dan media. Puncaknya terjadi di pesta setelah acara, ketika mereka terlihat berada di belakang meja DJ, berjoget mengikuti lagu-lagu hits Madonna seperti Thief of Hearts dan Hung Up.
Charli sendiri telah meluruskan makna lirik kontroversialnya. Dalam wawancara dengan Rolling Stone, ia menegaskan bahwa kalimat "the dance floor is dead" adalah pernyataan personal tentang albumnya Brat, bukan pernyataan umum tentang industri musik dansa. "Suami saya menjalankan label musik dansa. Ada begitu banyak rekaman dansa/elektronik luar biasa yang muncul belakangan ini, dari Slayyyter hingga PinkPantheress. Musik dansa berada di tempat yang luar biasa," ujarnya.
Ia juga membantah rumor bahwa ia beralih ke genre rock. "Saya tidak pernah mengatakan akan membuat album rock. Saya tidak pernah memikirkan genre secara biner. Itu adalah pemikiran kuno. Yang saya lakukan hanyalah saya, A. G. Cook, dan Finn Keane, melakukan hal kami sendiri," jelas Charli.
Bagi penggemar musik di Indonesia, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa persaingan artis sering kali lebih merupakan drama media daripada kenyataan. Di tengah maraknya festival musik dansa di Tanah Air, seperti Djakarta Warehouse Project dan Synchronize Fest, kolaborasi lintas generasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi industri musik lokal untuk lebih terbuka terhadap eksperimen genre.
Ke depan, publik akan menantikan apakah Madonna dan Charli akan berkolaborasi secara resmi. Dengan Madonna yang akan merilis Confessions II dan Charli yang tengah mempromosikan album barunya, akankah lantai dansa benar-benar menjadi saksi persatuan dua diva pop ini?



