Alec Baldwin Kembali ke Layar Lebar lewat Thriller 'Panic Button'
Baca dalam 60 detik
- Aktor senior Alec Baldwin bergabung dalam film aksi 'Panic Button' bersama Jeremy Piven dan Leven Rambin.
- Film ini mengisahkan seorang kepala keamanan yang dijebak pembunuhan dan harus melarikan diri dari agen FBI serta mafia Rusia.
- Kembalinya Baldwin ke dunia akting terjadi setelah ia sempat menyatakan keinginan pensiun pasca tragedi penembakan di set film 'Rust'.

Alec Baldwin, aktor berusia 68 tahun yang namanya sempat redup pasca tragedi penembakan di set film Rust, kembali menunjukkan eksistensinya di industri perfilman. Ia resmi bergabung dalam jajaran pemain film aksi thriller berjudul Panic Button, sebuah proyek yang juga dibintangi Jeremy Piven, David A. R. White, dan Leven Rambin.
Film yang disutradarai Juan Boffill ini mengikuti kisah seorang kepala keamanan bernama White yang terbangun dan mendapati sesosok wanita tewas di sampingnya. Ia pun dijebak sebagai tersangka pembunuhan dan harus berjuang membersihkan namanya sambil menghindari dua agen FBI kejam yang diperankan Baldwin dan Rambin. Dalam pelariannya, ia dibantu oleh sahabat sekaligus mitra bisnisnya (Piven) dan putrinya (Ocean White). Mereka harus terus selangkah lebih maju dari mafia Rusia yang kejam.
Naskah film ini ditulis oleh Matthew Eason dan Tommy Blaze, yang juga bertindak sebagai produser. Proses syuting telah dimulai di beberapa lokasi, termasuk Miami, Fort Lauderdale, Los Angeles, dan South Carolina. Boffill menggambarkan Panic Button sebagai film yang mengingatkan pada The Fugitive dan Taken, dengan tokoh utama yang salah dituduh dan harus berlomba melawan waktu.
Keputusan Baldwin untuk kembali bekerja mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, awal tahun ini ia mengaku ingin pensiun dan tinggal di rumah bersama keluarga. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, ia mengungkapkan bahwa tragedi di New Mexico pada 2021 โ saat senjata api yang dipegangnya di set Rust meledak dan menewaskan sinematografer Halyna Hutchins โ membuatnya hampir tidak bekerja selama tiga setengah tahun. "Saya betah di rumah dan tidak ingin pergi lagi. Saya benar-benar ingin pensiun dan tinggal di rumah bersama anak-anak," ujarnya saat itu.
Namun, kini Baldwin tampaknya telah berubah pikiran. Ia mulai menerima tawaran proyek baru, termasuk Panic Button. Meski begitu, bayang-bayang kasus hukum masih membayangi. Baldwin menghadapi tuntutan pembunuhan tidak disengaja terkait insiden Rust, meskipun proses hukum masih berlangsung. Kembalinya ia ke dunia akting bisa diartikan sebagai upaya untuk bangkit dari keterpurukan, atau sekadar kebutuhan finansial.
Bagi penonton Indonesia, film ini mungkin menarik karena menghadirkan aksi klasik ala film lari-kejaran yang penuh ketegangan. Dengan Baldwin yang kembali ke layar lebar, Panic Button berpotensi menjadi tontonan yang dinantikan, terutama bagi penggemar genre thriller. Apakah ini akan menjadi awal kebangkitan karier Baldwin? Atau justru menjadi babak baru kontroversi? Publik tentu menanti.



