Kebakaran Melanda Warkopolim Milik Gofar Hilman, Air Fryer Diduga Jadi Pemicu
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran melanda kafe Warkopolim di Jakarta Selatan pada Rabu dini hari, dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
- Api diduga berasal dari percikan air fryer yang menyambar residu minyak di dinding, lalu merambat ke saluran exhaust.
- Peristiwa ini menyoroti risiko penggunaan alat elektronik dapur di tempat usaha, terutama saat malam hari.

Kebakaran melanda kafe Warkopolim milik Gofar Hilman di Jalan Melawai X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6) dini hari sekitar pukul 01.04 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp10 juta, menurut Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal.
Api pertama kali terlihat dari area dapur, tepatnya dari alat air fryer yang digunakan untuk menggoreng makanan. Menurut Asril, percikan api dari air fryer menyambar sisa minyak yang menempel di dinding, lalu dengan cepat membesar dan menjalar ke jalur exhaust. "Ada percikan api fryer kecil yang menyambar ke bekas minyak yang ada di tembok. Lalu membesar sampai ke jalur exhaust," jelasnya dalam keterangan resmi.
Karyawan yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Upaya awal ini cukup efektif untuk menahan laju api sebelum bantuan tiba. Tim pemadam dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan kemudian mengerahkan enam unit mobil pemadam dan 25 personel ke lokasi. Proses pemadaman dimulai pukul 01.10 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 01.55 WIB, sehingga total waktu penanganan sekitar 45 menit.
Kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap peralatan elektronik di dapur komersial, terutama yang menggunakan minyak atau suhu tinggi. Air fryer, meski populer sebagai alat masak yang lebih sehat, tetap memiliki risiko jika tidak dirawat dengan baik atau digunakan di lingkungan yang kotor. Residu minyak yang menumpuk di dinding atau saluran exhaust dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar jika terkena percikan api.
Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di beberapa tempat usaha di Indonesia, menunjukkan bahwa insiden seperti ini bukanlah hal yang langka. Para pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner, diimbau untuk rutin membersihkan area dapur dan memeriksa kondisi peralatan elektronik, termasuk air fryer, kompor, dan exhaust fan. Penggunaan APAR yang mudah dijangkau juga menjadi langkah mitigasi yang krusial.
Ke depan, pemilik usaha seperti Gofar Hilman mungkin perlu mempertimbangkan asuransi kebakaran untuk melindungi aset bisnis. Dengan kerugian yang relatif kecil, Warkopolim diperkirakan dapat segera beroperasi kembali setelah perbaikan. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah insiden ini akan mendorong perubahan standar keselamatan di dapur-dapur kafe di Jakarta?



