Mobil Terjun ke Pelabuhan Fukushima: Satu Tewas, Satu Kritis
Baca dalam 60 detik
- Sebuah mobil yang ditumpangi tiga orang jatuh ke Pelabuhan Onahama di Fukushima, Jepang, Sabtu pagi.
- Seorang pria 86 tahun dinyatakan tewas, sementara seorang wanita 80 tahun dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri.
- Polisi masih menyelidiki penyebab insiden, termasuk kemungkinan kecelakaan atau tindak kriminal.

Seorang pria lanjut usia tewas dan seorang wanita dalam kondisi kritis setelah mobil yang mereka tumpangi terjun ke Pelabuhan Onahama di Iwaki, Prefektur Fukushima, Jepang, pada Sabtu (27/6) pagi. Insiden ini mengingatkan kembali pada risiko keselamatan di area pelabuhan yang kerap luput dari perhatian.
Menurut Kepolisian Iwaki Higashi, tiga orang yang diduga satu keluarga berhasil dievakuasi dari kendaraan yang tenggelam sekitar pukul 06.35 waktu setempat. Seorang pria berusia 86 tahun asal Sakura Ward, Saitama, ditemukan dalam kondisi kritis dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Sementara itu, seorang wanita berusia 80 tahun masih tidak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis, sedangkan seorang pria berusia 60-an dalam kondisi sadar.
Seorang pejalan kaki yang melihat mobil tersebut tenggelam segera melapor ke pihak berwenang. Tim penyelamat tiba di lokasi dan berhasil menarik ketiga korban dari dalam kendaraan sekitar 30 menit setelah laporan diterima. Proses evakuasi berlangsung cepat, namun nyawa pria 86 tahun itu tidak tertolong.
Polisi menyatakan tidak menemukan jejak pengereman di sekitar lokasi. Hal ini memicu spekulasi bahwa kendaraan mungkin melaju tanpa upaya menghindar sebelum jatuh ke laut. Investigasi masih berlangsung untuk menentukan apakah insiden ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan. Pihak berwenang juga tengah memeriksa kondisi kendaraan dan kemungkinan faktor medis yang memengaruhi pengemudi.
Di Indonesia, kecelakaan serupa di area pelabuhan atau dermaga juga pernah terjadi, meski jarang mendapat sorotan luas. Pelabuhan-pelabuhan di Tanah Air, seperti Tanjung Priok atau Tanjung Perak, kerap kali menjadi titik rawan kecelakaan kendaraan akibat minimnya pembatas atau marka yang jelas. Kasus di Fukushima ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan di area perairan, baik bagi pengemudi maupun pejalan kaki.
Ke depan, investigasi polisi Jepang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden ini. Apakah faktor human error, gangguan teknis, atau kondisi jalan yang menjadi pemicu? Jawaban dari pertanyaan ini tidak hanya penting bagi keluarga korban, tetapi juga bagi upaya pencegahan kecelakaan serupa di masa mendatang.



