Korban Serangan Hiu di Sydney Sadar dari Koma, Keluarga Sebut Keajaiban
Baca dalam 60 detik
- Leah Stewart, seorang ibu berusia 34 tahun, terbangun singkat dari koma buatan setelah serangan hiu di Pantai Coogee, Sydney.
- Ia menjalani amputasi lengan dan serangkaian operasi, namun kondisinya membaik lebih cepat dari perkiraan dokter.
- Kejadian ini memicu kembali kekhawatiran akan keselamatan wisatawan Indonesia di perairan Australia.

Seorang perempuan yang menjadi korban serangan hiu di perairan Sydney lebih dari sepekan lalu akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang mengejutkan. Leah Stewart, 34 tahun, terbangun sesaat dari koma buatan pada Selasa lalu, sebuah perkembangan yang oleh keluarganya disebut sebagai keajaiban.
Insiden nahas itu terjadi pada 13 Juni lalu saat Stewart berenang di Pantai Coogee, salah satu destinasi favorit warga Sydney. Hiu menggigit lengan dan kakinya berkali-kali, menyebabkan kehilangan darah masif. Ia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan menjalani amputasi lengan serta beberapa operasi lainnya.
Menurut pernyataan sang kakak, Joshua Stewart, dokter mengurangi dosis obat penenang agar pasien bisa sadar sementara. Momen itu dimanfaatkan Stewart untuk mengucapkan "Aku cinta kalian" kepada ibu dan pasangannya yang setia menunggu, serta menanyakan kondisi putrinya. "Ini jauh lebih cepat dari dugaan siapa pun. Bagi kami, ini seperti mukjizat," tulis Joshua dalam pesan daring kepada para pendukung adiknya.
Meski demikian, Stewart masih berada di ruang perawatan intensif. Dalam sepekan terakhir ia menjalani operasi selama lima hari berturut-turut, dan masih akan menjalani jadwal operasi lanjutan dalam beberapa pekan ke depan. "Leah masih menghadapi perjalanan panjang, tetapi langkah positif ini memberi kami harapan untuk pemulihan jangka panjangnya," tambah Joshua.
Australia memang tengah menghadapi lonjakan kasus serangan hiu. Pada Januari lalu, empat serangan terjadi hanya dalam dua hari, termasuk seorang anak laki-laki yang digigit di pantai Sydney dan akhirnya meninggal. Sebulan sebelumnya, dua serangan fatal tercatat: satu di Queensland saat korban sedang spearfishing, dan satu lagi di Australia Barat menewaskan Steven Mattaboni, 38 tahun, ayah dua anak, setelah digigit hiu sepanjang 4 meter.
Bagi wisatawan Indonesia yang kerap berlibur ke Australia, berita ini menjadi pengingat akan risiko yang mengintai di perairan populer. Meskipun insiden seperti ini relatif jarang, kedekatan lokasi dengan pantai-pantai ramai seperti Coogee menimbulkan pertanyaan tentang langkah pencegahan yang memadai. Pemerintah setempat telah meningkatkan patroli dan pemasangan jaring pengaman, namun efektivitasnya masih diperdebatkan.
Keluarga Stewart berharap kisahnya dapat meningkatkan kesadaran publik akan bahaya di laut, tanpa harus mengurangi kenikmatan berwisata. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah pantai-pantai di Sydney cukup aman bagi perenang harian, ataukah perlu ada perubahan kebijakan yang lebih fundamental?



