Truk Trailer Muatan Besi Terguling di Flyover Tomang, Evakuasi Sempat Tutup Jalan
Baca dalam 60 detik
- Sebuah truk trailer bermuatan besi terbalik di Flyover Tomang, Jakarta Barat, dini hari tadi, menyebabkan muatan besi tumpah ke jalan arteri di bawahnya.
- Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun proses evakuasi sempat menutup ruas jalan di sekitar lokasi selama beberapa jam.
- Kecelakaan diduga akibat pengemudi kehilangan kendali saat bermanuver di tikungan menanjak, dan arus lalu lintas kini telah kembali normal.

Sebuah truk trailer pengangkut besi terguling di Flyover Tomang, Grogol, Jakarta Barat, pada Rabu (24/6) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, mengakibatkan muatan besi berserakan hingga ke jalur arteri di bawah flyover. Meski sempat menimbulkan kemacetan parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat truk yang dikemudikan seorang pria berinisial B melaju dari Gerbang Tol Tomang menuju arah barat. Sesampainya di kilometer 13.400 A, pengemudi diduga kehilangan kendali saat melakukan manuver ke kiri di jalan menanjak, sehingga truk oleng dan akhirnya terbalik dengan posisi roda menghadap ke utara.
Muatan besi yang diangkut truk berhamburan dan jatuh ke jalan arteri di bawah flyover. Beruntung, tidak ada pengendara atau pejalan kaki yang tertimpa material tersebut. "Alhamdulillah tidak ada korban. Hanya besinya yang berserakan karena truk miring," ujar Reiki. Pihak kepolisian segera menutup ruas jalan di sekitar lokasi untuk memudahkan proses evakuasi kendaraan dan pembersihan muatan. Penutupan ini berlangsung hingga seluruh besi berhasil dipindahkan dan truk dievakuasi.
Proses evakuasi melibatkan derek dan petugas dari Dinas Perhubungan serta kepolisian. Setelah beberapa jam, seluruh muatan berhasil dibersihkan dan truk diangkat. Arus lalu lintas di Flyover Tomang dan sekitarnya kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa. Reiki mengimbau pengemudi untuk selalu waspada, terutama saat melintasi tikungan tajam dan jalan menanjak di jam-jam sepi seperti dini hari.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kelaikan kendaraan dan kepatuhan terhadap batas muatan, terutama bagi truk pengangkut barang berat. Kecelakaan serupa kerap terjadi di titik-titik rawan seperti flyover dan jalan menanjak di Jakarta. Pertanyaan yang mengemuka: apakah perlu ada penambahan rambu peringatan atau pembatasan kecepatan khusus di lokasi tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan?



