Nanobubbles Jadi Senjata Baru Lawan Alga di Kolam Lincoln Memorial
Baca dalam 60 detik
- Otoritas AS menggunakan gelembung nano berisi ozon untuk membersihkan kolam Lincoln Memorial yang dipenuhi ganggang hijau.
- Teknologi ini memanfaatkan gelembung berukuran 100 nanometer yang mampu bertahan lama dan melarutkan gas secara efisien.
- Namun, penggunaan ozon juga membunuh bakteri baik, sehingga kolam berisiko mengalami ledakan alga kembali jika tidak dikelola berkelanjutan.

Menjelang perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli mendatang, kolam refleksi Lincoln Memorial di Washington DC justru berubah menjadi hijau pekat akibat ledakan populasi ganggang. Otoritas setempat pun mengerahkan teknologi mutakhir: gelembung nano berisi ozon untuk memulihkan tampilan ikonik tersebut.
Renovasi besar-besaran yang baru rampung ternyata tidak mampu mencegah pertumbuhan alga. Air kolam yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh dan berlendir, memicu kekhawatiran publik menjelang puncak perayaan. Sebagai solusi cepat, pemerintah kota mengadopsi sistem injeksi nanobubble—gelembung gas berdiameter sekitar 100 nanometer, atau seperseribu ketebalan rambut manusia.
Nanobubble memiliki keunikan tersendiri. Meski tak kasatmata, satu sendok teh air bisa mengandung hingga 10 miliar gelembung. Tekanan internalnya mencapai 15 atmosfer, setara dengan tekanan yang dialami penyelam di kedalaman 150 meter. Yang mengejutkan, gelembung ini bisa bertahan berjam-jam hingga berminggu-minggu—padahal secara teori seharusnya larut dalam hitungan detik. Stabilitas ini masih menjadi misteri, tetapi justru menjadi kunci aplikasinya dalam pengolahan air.
Dalam penanganan alga, ozon yang dihantarkan nanobubble bereaksi cepat dengan bahan organik, membunuh ganggang dan menghancurkan nutrisinya. Namun, metode ini tidak pandang bulu: bakteri aerob yang secara alami mengendalikan alga ikut musnah. Akibatnya, kolam menjadi rentan terhadap ledakan alga berikutnya jika tidak ada langkah pencegahan seperti mengurangi masukan nutrisi.
Pilihan antara ozon dan oksigen menjadi perdebatan. Ozon efektif untuk pembersihan cepat, tetapi oksigen nanobubble lebih ramah ekosistem karena mendorong pertumbuhan bakteri baik. Di Indonesia, teknologi serupa mulai dilirik untuk pengolahan air limbah industri dan tambak udang, meski adopsinya masih terbatas. Menurut peneliti dari Institut Teknologi Bandung, potensi nanobubble untuk mengatasi eutrofikasi di danau-danau kota seperti Rawa Pening patut dikaji lebih dalam.
Kolam Lincoln Memorial rencananya akan dikuras lagi untuk mengatasi cat yang mengelupas dan alga yang membandel. Pertanyaan besarnya, apakah otoritas akan beralih ke oksigen nanobubble demi menciptakan ekosistem air yang lebih sehat, atau tetap menggunakan ozon yang lebih agresif? Jawabannya akan terlihat pada 4 Juli nanti.



