Kebakaran Rumah di Singapura: Tujuh Orang Diselamatkan, Lima Dilarikan ke Rumah Sakit
Baca dalam 60 detik
- Petugas pemadam kebakaran Singapura mengevakuasi tujuh penghuni dari rumah semi-terpisah yang terbakar di kawasan Whitley Road pada Rabu dini hari.
- Lima korban yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap dilarikan ke Singapore General Hospital, sementara dua lainnya menolak perawatan.
- Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara otoritas setempat terus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.

Sebuah kebakaran melanda rumah semi-terpisah di kawasan Tan Sim Boh Road, Singapura, pada Rabu (24/6) dini hari, memaksa tujuh orang dievakuasi dan lima di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena menghirup asap. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat ini mengingatkan kembali akan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di kawasan pemukiman padat.
Singapore Civil Defence Force (SCDF) yang menerima laporan segera mengerahkan tim pemadam ke lokasi yang berada di dekat Thomson Medical Centre. Ketika petugas tiba, api telah melalap lantai pertama dan kedua bangunan tiga lantai tersebut, sementara lantai ketiga ikut terdampak. Rumah dipenuhi asap tebal, mempersulit proses evakuasi.
Dengan menggunakan tangga penyelamat, lima orang berhasil dievakuasi dari balkon lantai dua, sementara dua lainnya diselamatkan dari lantai pertama. Kelima korban yang mengalami iritasi saluran pernapasan akibat asap segera dilarikan ke Singapore General Hospital. Dua korban lainnya memilih untuk tidak mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
SCDF berhasil memadamkan api dengan empat pancaran air dan melakukan pendinginan untuk mencegah kobaran api kembali menyala. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran rumah di Singapura ini menjadi pengingat bagi Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, di mana rumah semi-terpisah dan padat penduduk rentan terhadap kebakaran serupa. Data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mencatat ratusan kasus kebakaran setiap tahunnya, sebagian besar disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian penggunaan gas. Peristiwa di Singapura ini menekankan pentingnya deteksi dini, jalur evakuasi yang jelas, dan kesiapan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah.
Menurut analis keselamatan kebakaran, evakuasi cepat yang dilakukan SCDF menunjukkan efektivitas prosedur tanggap darurat yang terlatih. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa asap kebakaran adalah penyebab utama kematian, bukan api itu sendiri. Oleh karena itu, penggunaan detektor asap dan perencanaan jalur evakuasi menjadi krusial, terutama di bangunan bertingkat.
Ke depannya, insiden ini diharapkan mendorong otoritas di Indonesia untuk lebih gencar melakukan sosialisasi keselamatan kebakaran dan inspeksi rutin ke pemukiman padat. Apakah masyarakat sudah cukup sadar akan risiko kebakaran dan langkah-langkah pencegahannya? Pertanyaan ini perlu dijawab dengan aksi nyata, bukan sekadar himbauan.



