Pembawa Acara TV AS Savannah Guthrie Berlutut Minta Bantuan: Ibu Hilang, Surat Tebusan Sebut Meninggal
Baca dalam 60 detik
- Savannah Guthrie, pembawa acara Today Show NBC, secara emosional memohon informasi publik tentang ibunya yang hilang sejak Februari lalu.
- Surat tebusan yang diterima stasiun TV lokal mengungkap permintaan jutaan dolar dalam Bitcoin dan klaim bahwa Nancy Guthrie telah meninggal.
- Kasus ini masih diselidiki FBI, sementara keluarga terus berharap dan melakukan pencarian di area gurun Arizona.

Pembawa acara kondang Amerika Serikat, Savannah Guthrie, kembali memohon bantuan publik untuk menemukan ibunya yang hilang sejak awal tahun, setelah laporan media mengungkap isi surat tebusan yang menyebut perempuan lanjut usia itu telah meninggal dunia. Dalam tayangan langsung Today Show, Selasa (23/6) waktu setempat, Guthrie tak kuasa menahan tangis saat meminta siapa pun yang memiliki informasi untuk berbicara.
“Kami dalam penderitaan, dan kami tidak bisa tenang. Kami mencintai ibu kami. Kami tidak akan pernah berhenti mencarinya,” ujar Guthrie sambil memegang tisu di tangan kirinya. Permohonan ini muncul sehari setelah stasiun televisi lokal Tucson, KOLD, melaporkan bahwa mereka menerima dua surat tebusan terkait hilangnya Nancy Guthrie, 84 tahun.
Menurut KOLD, surat pertama berisi tuntutan tebusan jutaan dolar dalam bentuk Bitcoin sebagai imbalan pengembalian Nancy. Surat kedua, yang diterima kemudian, menyatakan bahwa perempuan itu telah meninggal. CNN, mengutip sumber penegak hukum, melaporkan bahwa para penculik tidak bermaksud membunuh Nancy, tetapi ia meninggal tak lama setelah diculik.
Savannah Guthrie mengaku mengetahui keberadaan surat-surat tersebut sejak awal, namun ia enggan berkomentar lebih lanjut karena tidak terlibat langsung dalam liputan NBC News. “Saya tidak bisa berpura-pura tidak di sini. Dan karena saya di sini, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta orang-orang—benar-benar memohon—untuk maju. Seseorang pasti tahu sesuatu,” katanya.
Pihak Kepolisian Pima County merujuk pertanyaan tentang surat tebusan ke FBI, yang menolak berkomentar. Sementara itu, keluarga Guthrie terus berupaya mencari. Savannah dan saudara-saudaranya beberapa kali muncul dalam video media sosial sebelumnya, mendesak publik memberikan petunjuk. “Angkat doa kalian bersama kami,” ujarnya, seraya mengakui bahwa ibunya mungkin sudah di surga menari “dengan ayah kami.”
Kasus ini menyita perhatian publik Amerika, terutama karena melibatkan figur publik sekaligus menyisakan misteri besar. Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini mengingatkan pada pentingnya koordinasi antara aparat penegak hukum, media, dan masyarakat dalam kasus orang hilang. Di Tanah Air, kasus serupa sering kali terhambat kurangnya informasi awal dan keterbatasan teknologi forensik. Keberadaan rekaman CCTV dan analisis darah seperti dalam kasus ini menjadi krusial, namun tidak selalu tersedia di daerah terpencil.
Ke depan, pertanyaan terbesar yang menggantung adalah: apakah Nancy Guthrie masih hidup? Surat tebusan yang menyebut kematiannya belum dapat diverifikasi secara independen. Keluarga dan pihak berwenang terus mendorong publik untuk memberikan informasi, sekecil apa pun. Tanpa terobosan baru, kasus ini berisiko menjadi salah satu dari sekian banyak kasus orang hilang yang tak terpecahkan di Amerika Serikat.



