Mahasiswa UBK Akui Terima Rp20 Juta dari Senior: Uang Diduga dari Polisi
Baca dalam 60 detik
- Ketua BEM Fakultas Hukum UBK mengaku menerima Rp20 juta dari seorang senior alumni yang uangnya berasal dari aparat kepolisian.
- Uang tersebut diberikan agar mahasiswa mengalihkan demonstrasi ke DPR, namun mereka tetap ke Istana dan bertemu Wapres Gibran.
- Kampus membentuk tim investigasi dan akan menjatuhkan sanksi, sementara Istana dan Polda Metro Jaya masih mengecek keterlibatan polisi.

Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta mengonfirmasi bahwa Ketua BEM Fakultas Hukum, Muhammad Abdi Maludin, menerima uang sebesar Rp20 juta dari seorang senior alumni yang diduga berasal dari aparat kepolisian. Pengakuan ini disampaikan Abdi saat diperiksa oleh pihak kampus setelah aksi demonstrasi 15 Juni lalu di Patung Kuda, Jakarta Pusat, yang berujung pada pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, dalam jumpa pers di kampus pada Selasa (17/6) mengungkapkan bahwa Abdi mengakui secara resmi penerimaan uang tersebut. "Uang itu diserahkan oleh oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diterima dari oknum aparat kepolisian," kata Daniel. Ia menambahkan bahwa Abdi juga menyebut uang itu dibagikan kepada sejumlah mahasiswa dan pengurus BEM Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.
Motif pemberian uang, menurut Daniel, adalah agar mahasiswa tidak berdemonstrasi di Istana Negara. "Mereka disarankan oleh oknum alumni untuk melakukan demonstrasi di DPR RI," ujarnya. Namun, berdasarkan pengakuan Abdi, mahasiswa menolak saran tersebut dan tetap melanjutkan aksi ke Istana. "Mahasiswa tetap pergi ke Istana meskipun menerima uang. Itu pengakuan langsung dari Ketua BEM," tegas Daniel.
UBK telah membentuk tim investigasi untuk mendalami kasus ini secara menyeluruh. Daniel menyatakan sanksi akan dijatuhkan sesuai tingkat kesalahan dan peraturan universitas. "Kami akan memanggil saksi dan oknum-oknum yang terlibat," tambahnya. Kasus ini mencuat setelah video Abdi dicecar mahasiswa lain viral di media sosial, memicu sorotan publik.
Istana merespons dengan hati-hati. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, mengatakan akan memonitor kasus tersebut. "Saya belum mengikuti berita terakhir. Nanti saya cek lagi," ujarnya singkat. Sementara itu, Kabid Propam Polda Metro Jaya, Kombes Radjo Alriadi Harahap, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
Pertemuan Abdi dengan Wapres Gibran terjadi setelah aksi demonstrasi yang diikuti mahasiswa dari berbagai elemen. Belasan perwakilan mahasiswa diterima di Istana Wapres untuk berdialog. Namun, pengakuan adanya aliran dana dari aparat kepolisian menimbulkan pertanyaan serius tentang netralitas dan etika dalam aksi mahasiswa. Ke depan, publik menanti hasil investigasi UBK dan langkah tegas dari pihak kepolisian untuk mengklarifikasi tuduhan keterlibatan anggotanya.



