Jokowi Kembali ke Politik Praktis: Blusukan ke Lampung untuk PSI
Baca dalam 60 detik
- Jokowi memulai comeback politik dengan blusukan ke Lampung, menandai keterlibatan langsung dalam partai yang dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.
- Lampung dipilih karena struktur partai PSI di tingkat desa hampir rampung 100%, lebih baik dari daerah lain yang baru 40-60%.
- Jokowi menargetkan PSI lolos ke DPR pada Pemilu 2029, dengan strategi pendekatan sosial langsung ke masyarakat.

Mantan Presiden Joko Widodo kembali terjun ke gelanggang politik praktis dengan blusukan ke Lampung, Jumat (26/6) petang. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Jokowi tak sepenuhnya meninggalkan panggung politik setelah lengser pada akhir 2024. Kali ini, ia hadir untuk mengerek elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Lampung menjadi provinsi pertama yang disambangi Jokowi bersama relawan dan kader PSI. Dalam sambutannya di Rakorda DPD PSI Kabupaten Mesuji, Jokowi secara gamblang menyatakan bahwa kedatangannya memiliki dua tujuan: kecintaan pada masyarakat Lampung yang tak pernah pudar, dan yang lebih utama, untuk PSI. "Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap. Dan yang kedua, yang lebih penting, juga untuk PSI!" ujarnya.
Menurut Jokowi, alasan memilih Lampung bukan tanpa perhitungan. Di provinsi berjuluk "Gerbang Sumatra" itu, PSI dinilai paling siap secara organisasi. "Yang lain-lain saya lihat masih 60 persen, 40 persen, di sini sudah hampir 100 persen," katanya merujuk pada kelengkapan struktur partai hingga ke desa. Prestasi ini, menurut Jokowi, layak diapresiasi dan menjadi modal penting untuk memenangkan hati pemilih.
Jokowi tak hanya memuji, tetapi juga memberi arahan agar struktur yang sudah terbentuk bisa "hidup dan bekerja" untuk masyarakat. Ia menekankan bahwa pengurus partai harus hadir dalam setiap momen sosial warga, mulai dari takziah, tahlilan, hingga pernikahan. "Bukan pas mau Pemilu saja, tapi harian itu harus dekat dengan kehidupan masyarakat," pesannya. Strategi ini mengingatkan pada gaya blusukan yang dulu ia terapkan sebagai kepala daerah dan presiden.
Kembalinya Jokowi ke politik praktis memicu spekulasi tentang masa depan PSI. Partai yang sempat menjadi rebutan ini kini memiliki figur sentral yang tak hanya populer, tetapi juga memiliki jaringan relawan yang luas. Namun, tantangan tetap ada: PSI harus membuktikan bahwa popularitas Jokowi bisa dikonversi menjadi suara di bilik suara. Dengan target masuk DPR pada 2029, Jokowi seolah memberi tenggat waktu lima tahun bagi partai besutan anaknya itu untuk membangun mesin politik yang solid.
Jokowi dijadwalkan berada di Lampung selama tiga hari, mengunjungi sejumlah daerah seperti Mesuji, Tulangbawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Lampung Timur. Agendanya mencakup pertemuan dengan kader dan relawan, serta meninjau program-program sosial. Pertanyaannya, apakah blusukan ini akan menjadi awal dari kampanye permanen Jokowi untuk PSI, atau sekadar pemanasan menjelang kontestasi 2029?



