Sopir Truk Pahlawan di Malaysia: Gagalkan Kecelakaan Bus, Selamatkan 21 Nyawa
Baca dalam 60 detik
- Seorang sopir truk di Malaysia menggunakan kendaraannya untuk menghentikan bus yang kehilangan kendali, menyelamatkan 21 penumpang.
- Pemerintah Malaysia memberikan penghargaan dan hadiah uang tunai atas aksi heroik yang terjadi di kawasan rawan kecelakaan Menora Tunnel.
- Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan pengemudi dan kondisi jalan di jalur rawan, relevan dengan tantangan keselamatan transportasi di Indonesia.

KUALA LUMPUR โ Seorang sopir truk di Malaysia dihormati di gedung parlemen setelah aksi nekatnya menghentikan bus ekspres yang kehilangan kendali, menyelamatkan 21 penumpang dari tragedi yang hampir pasti terjadi. Wong Tuck Meng, 40 tahun, menerima sertifikat penghargaan khusus dan uang tunai RM10.000 dari pemerintah dalam sebuah upacara di Parlemen pada Selasa (23/6).
Insiden pada 15 Juni lalu itu bermula ketika sebuah bus yang melaju dari Kedah menuju Kuala Lumpur mengalami gangguan teknis dan kehilangan kendali total saat menuruni bukit dekat Terowongan Menora, Perak. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu jalur paling rawan kecelakaan di Malaysia. Wong, yang melaju di belakang bus, segera menyadari bahaya dan memutuskan untuk menggunakan truknya sebagai tameng.
Menteri Perhubungan Anthony Loke dalam sambutannya mengatakan bahwa karena tindakan cepat seorang pengemudi, seorang pahlawan yang bertindak meskipun nyawanya sendiri terancam, kecelakaan tragis dapat dihindari dan banyak jiwa terselamatkan. Loke menjelaskan bahwa Wong tetap tenang dan membiarkan bus menabrak bagian belakang truknya, lalu memanfaatkan momentum untuk memperlambat laju bus. Ia bahkan mengarahkan truknya ke pagar pembatas jalan untuk menghentikan bus tanpa membuatnya oleng.
Wong mengaku satu-satunya pikirannya saat itu adalah mencegah tabrakan fatal dan memberi waktu bagi kendaraan di depan untuk menjauh. โBus masih agak jauh di belakang, jadi saya punya waktu untuk membunyikan klakson dan memberi kesempatan mobil di depan untuk menghindar,โ katanya. Video aksi heroik ini sempat viral di media sosial, memperlihatkan Wong menggunakan truknya sebagai penyangga terhadap bus yang lepas kendali.
Penghargaan diberikan setelah Menteri Loke mengajukan RUU Perubahan Undang-Undang Transportasi Jalan 2026 untuk pembacaan kedua di Dewan Rakyat. Ketua Sidang, Wakil Ketua Dewan Datuk Dr. Ramli Mohd Nor, mencatat apresiasi dan terima kasih kepada Wong atas keberaniannya. Momen ini menunjukkan bahwa pemerintah Malaysia serius dalam mengapresiasi tindakan heroik di jalan raya, sekaligus mendorong kesadaran keselamatan berkendara.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan pengemudi dan kondisi jalan di jalur rawan. Jalan menurun dan tikungan tajam di banyak ruas jalan di Indonesia, seperti di Puncak atau jalur lintas Sumatera, sering menjadi titik rawan kecelakaan bus. Aksi Wong menunjukkan bahwa kecepatan reaksi dan keberanian pengemudi dapat menjadi penyelamat dalam situasi darurat. Namun, hal ini juga menekankan perlunya perawatan kendaraan secara berkala dan peningkatan infrastruktur keselamatan.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah pemerintah Indonesia akan mengadopsi langkah serupa dalam memberikan penghargaan kepada pengemudi yang berjasa mencegah kecelakaan? Atau justru perlu ada regulasi yang lebih ketat untuk mencegah insiden serupa terjadi? Yang jelas, aksi Wong Tuck Meng telah menjadi contoh nyata bahwa satu orang bisa membuat perbedaan besar di jalan raya.



