Regulasi Baru Bikin Timnas U-23 Batal ke Asian Games 2026, Erick Thohir Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Ketua PSSI Erick Thohir memastikan Timnas Indonesia U-23 tidak akan tampil di Asian Games 2026 karena perubahan regulasi sepak bola putra.
- Regulasi baru mensyaratkan peserta cabang sepak bola putra harus berasal dari negara yang berlaga di Piala Asia U-23 2026, yang gagal diikuti Garuda Muda.
- Kegagalan di kualifikasi Piala Asia U-23 2026 menjadi penyebab langsung absennya Indonesia dari multievent olahraga Asia tersebut.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Timnas Indonesia U-23 dipastikan absen dari cabang sepak bola putra Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kepastian itu disampaikan Erick di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6/2026), dengan merujuk pada aturan baru yang diterapkan oleh penyelenggara dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Menurut Erick, regulasi terkini menetapkan bahwa hanya negara yang tampil di Piala Asia U-23 2026 yang berhak mengirimkan tim sepak bola putra ke Asian Games. Indonesia, yang gagal melaju ke turnamen tersebut setelah hanya menjadi runner-up Grup J kualifikasi pada September 2025, otomatis kehilangan tiket. "Tidak. Kan memang dari aturan Asian Games dan AFC sudah ada keputusan seperti itu," ujar Erick singkat saat ditanya awak media.
Keputusan ini memupus harapan PSSI yang sebelumnya telah memproyeksikan Garuda Muda tampil di Asian Games 2026. Bahkan, federasi sempat memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih timnas senior awal tahun ini dengan asumsi tim U-23 akan berlaga di multievent tersebut. Namun, kegagalan di kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar di Indonesia—di mana skuad asuhan Gerald Vanenburg hanya mampu menjadi runner-up di bawah Korea Selatan—menjadi batu sandungan.
Regulasi baru ini pertama kali diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) pada 9 Februari 2026, yang menyatakan bahwa partisipasi sepak bola putra Asian Games 2026 terbatas pada negara-negara yang ambil bagian di Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi. Aturan tersebut merupakan perubahan signifikan dari edisi sebelumnya, di mana tiket Asian Games tidak dikaitkan secara ketat dengan turnamen usia muda AFC. Dampaknya, Indonesia yang tidak lolos ke Piala Asia U-23 harus merelakan kesempatan berlaga di panggung olahraga Asia.
Bagi sepak bola Indonesia, absennya tim U-23 dari Asian Games menjadi pukulan tersendiri. Selain kehilangan ajang pembinaan pemain muda, prestasi di Asian Games kerap menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola nasional. Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Indonesia setidaknya mampu melaju hingga babak 16 besar. Kini, tanpa partisipasi di Piala Asia U-23, peluang untuk mengulang atau melampaui capaian tersebut tertutup rapat.
Ke depan, PSSI perlu mengevaluasi strategi pembinaan usia muda agar kegagalan serupa tidak terulang. Regulasi yang mengikat partisipasi Asian Games dengan performa di turnamen AFC menuntut konsistensi prestasi di level Asia. Pertanyaannya, apakah Indonesia mampu membangun tim U-23 yang kompetitif untuk bersaing di kualifikasi mendatang, atau akan kembali tertinggal karena perubahan aturan yang dinamis?



