Wahyudi Hamisi Pamit dari Persijap: Kemenangan atas Persib dan Bertahan di Liga 1 Jadi Kenangan Manis
Baca dalam 60 detik
- Wahyudi Hamisi resmi meninggalkan Persijap setelah satu musim, dengan 29 penampilan dan satu assist di BRI Super League 2025/2026.
- Dua laga yang tak terlupakan baginya adalah kemenangan 2-1 atas Persib Bandung dan kemenangan 3-0 atas Persita yang memastikan Persijap bertahan di Liga 1.
- Hamisi menilai Persija Jakarta sebagai lawan terberat, dan berharap suporter terus mendukung Persijap di masa depan.

Wahyudi Hamisi resmi mengakhiri perjalanannya bersama Persijap Jepara setelah satu musim membela tim promosi tersebut di BRI Super League 2025/2026. Gelandang berusia 28 tahun itu mengucapkan salam perpisahan pada Rabu (24/6/2026), meninggalkan kenangan manis yang tak akan terlupakan.
Selama berseragam Laskar Kalinyamat, Hamisi mencatatkan 29 penampilan, menyumbang satu assist, serta mengoleksi delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Meski statistiknya tidak mentereng, kontribusinya di lini tengah cukup berarti bagi tim yang baru promosi dari Liga 2.
Dalam wawancara di kanal YouTube Persijap, Jumat (26/6/2026), Hamisi mengenang dua momen paling berkesan. Pertama, saat Persijap menumbangkan Persib Bandung 2-1 pada 18 Agustus 2025. Kedua, kemenangan 3-0 atas Persita Tangerang pada 10 Mei 2026 yang memastikan Persijap bertahan di kasta tertinggi.
"Pertandingan yang enggak bisa dilupakan itu pas kita menang 2-1 lawan Persib. Sama Persita kemarin kita bisa menang dan bertahan di Liga 1. Itu dua laga yang enggak bisa dilupain," ujar Hamisi. Baginya, keberhasilan bertahan di Liga 1 merupakan pencapaian luar biasa, mengingat Persijap datang sebagai pendatang baru. "Semua pemain saat itu merayakan karena kita tahu kita bertahan di Liga 1. Itu enggak mudah dengan tim yang baru promosi dari Liga 2," lanjutnya.
Hamisi juga mengungkapkan lawan terberat yang dihadapi Persijap sepanjang musim: Persija Jakarta. Macan Kemayoran berhasil mengalahkan Persijap di kedua pertemuan, baik kandang maupun tandang. "Persija mungkin soalnya kita lawan Persija di kandangnya kita kalah dan kita lawan Persija juga di Jepara kita kalah. Mungkin itu salah satu tim yang kuat, cukup sulit untuk kita kalahkan," ungkapnya. Meski demikian, pengalaman menghadapi tim-tim besar seperti Persija dan Persib menjadi pelajaran berharga bagi skuad muda Persijap.
Di akhir pernyataannya, eks gelandang Borneo FC dan PSS Sleman itu menyampaikan pesan khusus untuk suporter Persijap. Ia berharap dukungan tidak pernah surut dalam kondisi apa pun. "Pesan untuk suporter Persijap Jepara selalu dukung kita dalam keadaan apapun. Datang support kita ke lapangan, selalu bangun energi yang positif untuk kita pemain," ucap Hamisi. Ia juga mendoakan agar Persijap terus berkembang dan meraih prestasi lebih baik di masa depan.
Kepergian Hamisi menjadi bagian dari dinamika bursa transfer jelang musim depan. Persijap harus mencari pengganti yang mampu mengisi kekosongan di lini tengah. Sementara itu, Hamisi sendiri masih menunggu pelabuhan baru. Akankah ia kembali ke klub lamanya atau mencoba tantangan baru? Yang jelas, kenangan indah bersama Persijap akan selalu melekat.



