Retaknya Hubungan Beckham: Brooklyn Murka karena Dicantumkan di Unggahan Hari Ayah
Baca dalam 60 detik
- Brooklyn Beckham dilaporkan marah besar setelah orang tuanya, David dan Victoria Beckham, tetap mencantumkan namanya dalam unggahan Hari Ayah di media sosial, meski sebelumnya ia meminta untuk tidak disebut.
- Ketegangan ini merupakan buntut dari konflik berkepanjangan antara Brooklyn dan kedua orang tuanya, yang sebelumnya telah memanas dengan pernyataan keras Brooklyn pada Januari lalu.
- Insiden ini kembali menyoroti dinamika keluarga selebritas global yang kerap menjadi konsumsi publik, dan dapat memicu diskusi tentang batasan privasi di era digital.

Hubungan Brooklyn Beckham dengan orang tuanya, David dan Victoria Beckham, kembali memanas. Putra sulung pasangan selebritas itu dikabarkan geram setelah keduanya tetap menyertakan dirinya dalam unggahan Hari Ayah di Instagram pada akhir pekan lalu, padahal ia sebelumnya meminta untuk tidak dilibatkan dalam unggahan serupa di media sosial.
Menurut laporan dari The Sun yang dikutip oleh sejumlah media, Brooklyn merasa dikhianati karena permintaannya diabaikan. Seorang sumber menyebutkan bahwa ia sangat kesal dan menganggap tindakan orang tuanya hanya memperpanjang konflik yang sudah ada. “Dia sudah meminta mereka untuk meninggalkannya, tapi mereka terus mempostingnya. Ini hanya mengungkit kembali semua masalah,” ujar sumber tersebut.
David Beckham, mantan kapten timnas Inggris, mengunggah foto lama dirinya bersama Brooklyn kecil serta foto bersama keempat anaknya. Ia menulis, “Menjadi seorang ayah adalah pekerjaan terpentingku … Aku cinta kalian semua, terima kasih mummy @victoriabeckham telah memberiku keluarga yang indah.” Sementara itu, Victoria Beckham, personel Spice Girls, juga membagikan potret David bersama anak-anak mereka dengan keterangan serupa.
Ketegangan antara Brooklyn dan orang tuanya bukanlah hal baru. Pada Januari lalu, ia melontarkan kritik pedas melalui Instagram, menuduh David dan Victoria menciptakan citra palsu demi kepentingan publik. “Sepanjang hidupku, orang tuaku telah mengendalikan narasi di media tentang keluarga kami,” tulisnya saat itu. Ia juga menyebut unggahan media sosial mereka sebagai “performative” dan mengeklaim telah menyaksikan sendiri upaya mereka menyebarkan kebohongan untuk melindungi citra.
Konflik ini menyoroti sisi gelap dari kehidupan keluarga selebritas yang kerap dianggap sempurna di mata publik. Bagi pengamat, kasus Beckham menjadi contoh bagaimana tekanan media sosial dan ekspektasi publik dapat memperburuk hubungan personal. Di Indonesia, fenomena serupa juga kerap terjadi di kalangan figur publik, di mana unggahan keluarga sering kali menjadi ajang pembuktian citra, bukan refleksi hubungan yang sesungguhnya.
Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia menilai bahwa tindakan David dan Victoria yang tetap mencantumkan Brooklyn bisa dimaknai sebagai upaya mempertahankan citra keluarga harmonis, namun justru kontraproduktif. “Di era digital, setiap unggahan bisa menjadi bumerang jika tidak mempertimbangkan perasaan pihak yang terlibat,” ujarnya.
Ke depan, publik akan terus mengamati apakah hubungan Brooklyn dengan orang tuanya dapat diperbaiki atau justru semakin merenggang. Pertanyaan besarnya: mampukah keluarga Beckham menyelesaikan konflik ini secara pribadi tanpa campur tangan sorotan media?



