Piala Dunia 2026: Prancis vs Irak Terancam Hujan Petir, Tiga Pemain Serie A Jadi Andalan
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Philadelphia berpotensi ditunda akibat peringatan badai petir parah.
- Pelatih Prancis menurunkan trio Serie A—Maignan, Rabiot, dan Koné—setelah kemenangan 3-1 atas Senegal di laga perdana.
- Irak, yang dihancurkan Norwegia 4-1, harus bangkit jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur.

Laga kedua Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Philadelphia Stadium, Kamis dini hari WIB, dibayangi ancaman badai petir yang dapat menunda kick-off. Otoritas stadion bahkan telah memperingatkan penundaan pembukaan gerbang dan meminta suporter tidak berangkat ke lokasi sebelum kondisi aman.
Prancis datang dengan modal kemenangan 3-1 atas Senegal, meski tampil kurang meyakinkan di babak pertama. Dua gol Kylian Mbappé dan satu gol Bradley Barcola memastikan tiga poin perdana Les Bleus. Kini, mereka dihadapkan pada ujian cuaca ekstrem yang menjadi salah satu risiko turnamen yang digelar di Amerika Utara pada musim panas—tepatnya saat puncak musim petir.
Pelatih Didier Deschamps kembali mengandalkan pemain-pemain yang berlaga di Serie A Italia. Kiper AC Milan Mike Maignan tetap menjadi palang pintu, sementara gelandang Adrien Rabiot—yang memberikan assist untuk Barcola di laga sebelumnya—kembali mengisi lini tengah. Bedanya, Rabiot kini dipasangkan dengan Manu Koné milik AS Roma, menggantikan Aurelien Tchouameni yang mungkin diistirahatkan.
Sementara itu, Irak dalam tekanan besar setelah dihajar Norwegia 4-1 di laga perdana. Satu-satunya gol balasan dicetak Aymen Hussein, yang kembali menjadi ujung tombak malam ini. Pelatih Irak Jesús Casas kemungkinan akan menerapkan strategi bertahan total untuk menahan gempuran Prancis, namun catatan kebobolan empat gol menunjukkan lini belakang masih rapuh.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain-pemain yang berlaga di Eropa—termasuk Serie A yang banyak diikuti penonton Tanah Air—menjadi tulang punggung tim nasional. Selain itu, isu cuaca ekstrem ini mengingatkan pada tantangan logistik Piala Dunia lintas benua, yang juga berdampak pada jadwal siaran langsung di Indonesia.
Aturan turnamen menyebutkan jika petir terdeteksi dalam radius delapan mil dari stadion, pertandingan akan dihentikan sementara selama 30 menit. Pemain dan penonton akan dievakuasi ke tempat aman. Situasi ini bisa mengganggu ritme permainan, terutama bagi tim yang diunggulkan seperti Prancis.
Pertanyaan besarnya: akankah Irak mampu memanfaatkan potensi kekacauan akibat cuaca untuk mencuri poin, atau justru Prancis akan semakin garang setelah jeda? Satu hal pasti, laga ini tidak hanya menentukan nasib dua tim di Grup I, tetapi juga menjadi ujian bagi penyelenggara dalam mengelola risiko alam selama turnamen.



