New York Siapkan Langkah untuk Olimpiade Musim Dingin 2042: Kolaborasi Kota dan Pegunungan
Baca dalam 60 detik
- Negara bagian New York membentuk komite eksplorasi untuk menjajaki kemungkinan Lake Placid dan New York City menjadi tuan rumah bersama Olimpiade Musim Dingin 2042.
- Gubernur Kathy Hochul menjadikan Olimpiade Milano Cortina 2026 sebagai model dual-city, memanfaatkan warisan Lake Placid sebagai tuan rumah 1932 dan 1980.
- Jika terwujud, Amerika Serikat akan menggelar sederet mega-event olahraga dalam satu dekade, termasuk Piala Dunia 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

New York secara resmi memulai langkah awal untuk membawa kembali Olimpiade Musim Dingin ke wilayahnya. Gubernur Kathy Hochul mengumumkan pembentukan komite eksplorasi yang akan mengkaji potensi Lake Placid dan New York City menjadi tuan rumah bersama Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin pada 2042. Langkah ini menjadikan Amerika Serikat semakin serius dalam mengakumulasi gelaran olahraga global dalam satu dekade ke depan.
Dalam pernyataannya, Hochul menyebut Olimpiade Milano Cortina 2026 sebagai model ideal untuk konsep dua kota. Lake Placid, yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada 1932 dan 1980, dinilai memiliki warisan dan infrastruktur yang dapat dihidupkan kembali. Sementara New York City akan menyumbang platform global dan kapasitas akomodasi yang tak tertandingi. โSaatnya mengembalikan api Olimpiade ke New York,โ ujar Hochul, seraya menekankan bahwa ini adalah peluang sekali dalam satu generasi untuk membangun warisan Lake Placid dan kekuatan unik negara bagian tersebut.
Komite eksplorasi akan melakukan penilaian selama satu tahun penuh sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan ke tahap penawaran resmi. Jika berhasil, Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bagi serangkaian mega-event olahraga dalam waktu yang relatif berdekatan: Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung (dengan New York/New Jersey menjadi tuan rumah delapan pertandingan termasuk final), Olimpiade Musim Panas Los Angeles 2028, kemungkinan Piala Dunia Wanita 2031 bersama Meksiko, Kosta Rika, dan Jamaika, serta Olimpiade Musim Dingin Salt Lake City 2034.
Konsep dual-city seperti yang direncanakan New York sebenarnya bukan hal baru. Milano dan Cortina d'Ampezzo akan menjadi tuan rumah bersama pada 2026, memisahkan cabang olahraga es dan salju. Lake Placid, yang terletak di Adirondack Mountains, memiliki fasilitas salju dan es yang sudah teruji, sementara New York City dapat menyediakan arena untuk cabang olahraga dalam ruangan seperti hoki es, seluncur indah, dan short track speed skating. Namun, tantangan logistik dan biaya transportasi antar kota yang berjarak sekitar 500 kilometer menjadi isu yang harus diatasi.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meskipun tidak terlibat langsung, maraknya gelaran mega-event di Amerika Serikat menunjukkan tren global di mana negara-negara besar berlomba-lomba menjadi tuan rumah untuk mendongkrak pariwisata, investasi infrastruktur, dan citra internasional. Indonesia sendiri baru saja sukses menjadi tuan rumah berbagai event olahraga seperti Asian Games 2018 dan MotoGP, serta tengah mempersiapkan diri untuk potensi tuan rumah event internasional lainnya. Pelajaran dari proses penawaran New York dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam menyusun strategi bid yang kompetitif, terutama dalam hal kolaborasi antar kota dan pemanfaatan warisan event sebelumnya.
Menurut analis olahraga, keberhasilan penawaran New York akan sangat bergantung pada dukungan pemerintah federal, Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOPC), dan publik. Hochul telah menunjuk tim yang terdiri dari para ahli di bidang olahraga, pemerintahan, dan komunitas untuk memastikan New York berada dalam posisi terbaik. Pertanyaan besarnya: mampukah New York menyaingi Salt Lake City yang sudah lebih dulu mengamankan Olimpiade 2034, atau justru saling melengkapi dalam peta Olimpiade AS? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah awal ini sudah menempatkan New York sebagai kandidat serius untuk Olimpiade Musim Dingin 2042.



