Balita 4 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Surabaya, Kakak Selamat dengan Lompat dari Lantai Dua
Baca dalam 60 detik
- Seorang balita perempuan berusia 4 tahun meninggal dunia setelah terjebak api yang melanda rumah dua lantai di Surabaya, sementara kakaknya yang berusia 11 tahun selamat dengan memecahkan kaca dan melompat keluar.
- Petugas pemadam kebakaran terkendala akses gang sempit selebar 1,5 meter, sehingga harus merayap sejauh 50 meter untuk mencapai titik api; api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 20 menit.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh tim gabungan yang melibatkan DPKP, BPBD, kepolisian, dan Puskesmas Sawahan; korban selamat mengalami luka lecet dan syok.

Seorang balita perempuan berusia empat tahun ditemukan tewas setelah terjebak kobaran api yang meludeskan lantai dua sebuah rumah di Jalan Petemon Timur, Surabaya, Senin (22/6) siang. Kakaknya yang berusia 11 tahun berhasil menyelamatkan diri dengan cara nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar, meski mengalami luka lecet dan syok hebat.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan laporan kebakaran masuk pada pukul 14.17 WIB. Petugas tiba di lokasi lima menit kemudian, namun api sudah membesar dan hanya menyasar bagian lantai dua rumah yang terbuat dari material mudah terbakar. "Ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar dan hanya membakar bagian lantai dua rumah," ujar Rokhim.
Rumah tersebut dihuni oleh dua anak berinisial AAS (11) dan KKS (4) bersama ayah dan nenek mereka. Saat kebakaran terjadi, hanya kedua anak itu yang berada di dalam rumah, tepatnya di lantai dua. Sang kakak, AAS, bertindak cepat dengan memecahkan kaca jendela dan melompat ke luar. Namun adiknya, KKS, tidak berhasil menyelamatkan diri dan akhirnya terjebak di tengah kobaran api.
Akibat aksi heroiknya, AAS mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan mengalami syok. Petugas Puskesmas Sawahan yang tiba di lokasi segera memberikan penanganan medis, dan kondisi AAS dinyatakan stabil. Sementara itu, jasad KKS ditemukan setelah api berhasil dipadamkan.
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. DPKP mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam dan lima unit rescue, namun pergerakan mereka terhambat oleh gang sempit selebar sekitar 1,5 meter. Petugas harus merayap membawa selang sejauh kurang lebih 50 meter dari posisi kendaraan utama. Api akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 14.35 WIB, dan proses pembasahan serta pengamanan lokasi rampung pada pukul 16.15 WIB.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sejumlah instansi terlibat dalam penanganan kejadian ini, antara lain DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Kepolisian, Puskesmas Sawahan, Satpol PP, dan Posko Terpadu Utara Kasuari. "Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," kata Rokhim.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko kebakaran di permukiman padat dengan akses jalan sempit yang kerap menjadi kendala bagi petugas pemadam. Di Surabaya, banyak kawasan serupa yang rentan terhadap bencana kebakaran, terutama saat musim kemarau. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah pemerintah kota akan memperketat pengawasan bangunan dan menyediakan akses darurat yang memadai untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.



