Dua Topan Mendekat, Jepang Bersiap Hadapi Hujan Lebat dan Gangguan Transportasi
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi Jepang memperingatkan hujan deras di pesisir Pasifik akibat dua topan yang mendekat secara bersamaan.
- JR Central mengumumkan potensi penundaan atau pembatalan layanan Shinkansen mulai Sabtu saat Topan Mekkhala mendekat.
- Ribuan warga di prefektur barat dan barat daya telah dievakuasi, sementara Toyota dan Nissan menghentikan operasi pabrik.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Kamis (26/6) mengeluarkan peringatan dini terkait hujan lebat yang diperkirakan melanda kawasan pesisir Pasifik, dari barat daya hingga timur negeri itu, dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini dikeluarkan saat dua topan—Mekkhala dan Higos—bergerak mendekati Kepulauan Jepang, memicu kekhawatiran akan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Topan Mekkhala, yang merupakan siklon tropis ketujuh tahun ini, terpantau berada di tenggara Pulau Miyako, Prefektur Okinawa, pada Kamis malam. JMA memperkirakan topan ini akan mendekati pesisir Pasifik Jepang hingga Sabtu (28/6). Sementara itu, Topan Higos bergerak ke utara di perairan timur Filipina, memperkuat pasokan uap air yang sudah tinggi akibat front hujan musiman dan sistem tekanan rendah. Kombinasi ini diprediksi memicu curah hujan ekstrem di wilayah barat Jepang.
JR Central, operator kereta peluru Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Osaka, mengumumkan bahwa beberapa layanan mungkin akan dibatalkan atau ditunda mulai keberangkatan pertama pada Sabtu. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap dampak Topan Mekkhala yang diperkirakan mencapai daratan utama. Keputusan serupa juga diambil oleh sejumlah maskapai penerbangan, meski belum diumumkan secara resmi.
Dampak langsung sudah terasa di sektor industri. Toyota Motor Corp. memutuskan menghentikan operasi pabriknya di Prefektur Fukuoka mulai Kamis malam hingga Jumat sore akibat penutupan jalan di sekitar lokasi karena hujan deras. Nissan Motor Co. juga mengumumkan penghentian sementara beberapa lini produksi di pabrik yang sama mulai Kamis malam hingga Jumat dini hari, menyusul keterlambatan pengiriman komponen. Langkah ini menunjukkan betapa rentannya rantai pasok manufaktur terhadap cuaca ekstrem, terutama di kawasan yang menjadi pusat industri otomotif Jepang.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim. Jepang dan Indonesia sama-sama berada di kawasan rawan siklon tropis, meskipun dengan karakteristik berbeda. Pengalaman Jepang dalam mengelola evakuasi massal dan mengamankan infrastruktur kritis seperti transportasi dan pabrik dapat menjadi referensi bagi Indonesia, khususnya di wilayah seperti Sumatera dan Kalimantan yang kerap dilanda banjir dan angin kencang.
Sementara itu, Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF) membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey ke Pulau Miyako yang sedianya menjadi bagian dari latihan bersama Resolute Dragon dengan Korps Marinir AS. Penerbangan tersebut direncanakan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan pulau, namun ditunda karena cuaca buruk. Latihan lain yang dijadwalkan pada Sabtu juga dapat diubah tergantung kondisi cuaca. Dengan dua topan yang masih bergerak aktif, Jepang masih harus siaga menghadapi potensi bencana dalam beberapa hari ke depan.



