Perburuan Manu Kone Memanas: Arsenal dan Tottenham Bersaing, Gelandang Roma Buka Peluang
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Roma Manu Kone dikabarkan telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Arsenal, namun kini juga terbuka bergabung dengan Tottenham berkat peran Roberto De Zerbi.
- Roma terpaksa menjual pemain kunci untuk memenuhi regulasi Financial Fair Play, dengan harga sekitar ยฃ40 juta menjadi angka yang disepakati.
- Persaingan ketat dua klub London Utara ini bisa memicu perang penawaran yang menguntungkan Roma, sementara Atletico Madrid telah mundur dari perburuan.

Persaingan transfer di Liga Inggris kian memanas menjelang bursa musim panas. Gelandang bertahan AS Roma, Manu Kone, menjadi rebutan dua klub raksasa London Utara: Arsenal dan Tottenham Hotspur. Pemain berusia 25 tahun itu dikabarkan telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Arsenal, namun belakangan ia juga membuka pintu bagi Tottenham setelah adanya pendekatan dari pelatih anyar Spurs, Roberto De Zerbi.
Menurut laporan Corriere della Sera yang dikutip Sport Witness, Kone tidak menolak gagasan bergabung dengan Tottenham meskipun sebelumnya ia telah sepakat secara personal dengan Arsenal. Ketertarikan Tottenham muncul berkat kekaguman pribadi De Zerbi terhadap kemampuan Kone. Manajemen Spurs, ENIC, telah melakukan pendekatan awal untuk mengetahui detail kesepakatan transfer gelandang yang musim lalu tampil 29 kali di Serie A dan tujuh kali di Liga Europa.
Roma berada dalam tekanan finansial yang mengharuskan mereka menjual beberapa pemain kunci sebelum batas waktu tertentu guna mematuhi regulasi Financial Fair Play (FFP). Klub asal Italia itu baru saja menunjuk direktur olahraga anyar, Tony DโAmico, yang mulai bekerja pekan ini dan bertugas memaksimalkan nilai jual Kone. Dengan harga yang diperkirakan mencapai ยฃ40 juta, Roma berharap bisa mendapatkan keuntungan besar dari persaingan dua klub kaya asal London.
Arsenal sendiri tengah berburu pemain baru untuk menambah kedalaman skuad, terutama di lini serang dan gelandang. Masa depan Gabriel Martinelli yang belum jelas turut mendorong The Gunners bergerak di bursa. Namun, kehadiran Tottenham sebagai pesaing langsung membuat Arsenal tidak bisa bernapas lega. Kedua klub kerap bersaing ketat di bursa transfer, dan kasus Kone menjadi salah satu contoh terbaru rivalitas mereka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan Arsenal dan Tottenham selalu menarik untuk diikuti. Banyak penggemar di tanah air yang mendukung kedua klub, sehingga setiap perkembangan transfer pemain seperti Kone menjadi sorotan. Jika Kone akhirnya memilih Tottenham, hal itu bisa menjadi pukulan telak bagi Arsenal yang sudah lebih dulu mendapatkan persetujuan personal. Sebaliknya, jika Arsenal berhasil mengamankan tanda tangannya, mereka akan mendapatkan tambahan kekuatan di lini tengah yang sangat dibutuhkan.
Dengan waktu yang semakin sempit, keputusan akhir ada di tangan pemain dan klub. Roma ingin segera merealisasikan penjualan, sementara Arsenal dan Tottenham harus beradu strategi untuk memenangkan hati Kone. Satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan semakin seru dengan adanya duel transfer antara dua rival abadi London Utara.



