Buru Matias Soule, Aston Villa Manfaatkan Tekanan Finansial Roma
Baca dalam 60 detik
- Roma hanya punya lima hari untuk mengumpulkan dana sekitar ยฃ52 juta demi memenuhi aturan Financial Fair Play, dan Matias Soule menjadi salah satu pemain yang siap dikorbankan.
- Soule, pemain sayap Argentina berusia 23 tahun, dikabarkan lebih memilih bergabung dengan Aston Villa ketimbang tawaran dari klub Saudi Pro League yang juga mengincarnya.
- Villa yang masih mencari penyerang baru harus bersaing dengan daya tarik finansial Saudi, namun posisi tawar mereka lebih kuat karena keinginan pribadi Soule dan tekanan waktu Roma.

AS Roma berada dalam tekanan waktu untuk menjual pemain sebelum tenggat akhir bulan Juni, dan salah satu nama yang masuk dalam daftar jual adalah Matias Soule. Klub Serie A itu hanya memiliki waktu lima hari untuk mengumpulkan dana sekitar ยฃ52 juta (sekitar Rp1 triliun) demi memenuhi regulasi Financial Fair Play (FFP). Situasi ini membuka peluang bagi Aston Villa, yang sejak awal bursa musim panas dikaitkan dengan pemain sayap Argentina berusia 23 tahun tersebut.
Menurut laporan La Roma 24, Roma tengah berupaya keras mencari solusi finansial di balik layar. Tekanan ini muncul karena batas waktu pelaporan keuangan klub Italia itu jatuh pada 30 Juni. Kegagalan memenuhi target bisa berakibat sanksi dari otoritas sepak bola Eropa. Oleh karena itu, Roma bersedia melepas sejumlah pemain, termasuk Soule dan gelandang Manu Kone, untuk menyeimbangkan buku kas.
Ketertarikan pada Soule tidak hanya datang dari Premier League. Klub-klub Saudi Pro League, yang memiliki daya beli tinggi, juga mulai memantau situasi pemain yang musim lalu mencatatkan 11 kontribusi gol (gol dan assist) bersama Roma. Namun, kabar dari Italia menyebutkan bahwa Soule lebih condong ke Aston Villa. La Gazzetta dello Sport bahkan melaporkan bahwa pemain yang pernah dipinjamkan ke Frosinone itu sangat ingin bergabung dengan skuat asuhan Unai Emery jika benar-benar hengkang dari Roma.
Bagi Aston Villa, situasi ini menjadi peluang emas. Klub asal Birmingham itu memang tengah aktif di bursa transfer, meski belum satu pun pemain baru diresmikan. Selain Soule, Villa juga dikaitkan dengan Jarrod Bowen (West Ham), Emerson Royal (Flamengo), James Trafford (Manchester City), dan Martin Baturina. Namun, keterbatasan finansial akibat aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) membuat Villa harus menjual sebelum membeli. Nama Morgan Rogers, yang harganya bisa mencapai ยฃ100 juta, disebut-sebut sebagai aset yang mungkin dilepas untuk mendanai belanja pemain baru.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Villa di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Liga Premier Inggris memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan keputusan klub-klub Eropa dalam mengelola keuangan di tengah regulasi FFP bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai menerapkan lisensi klub dan aturan finansial. Selain itu, persaingan dengan klub Saudi menunjukkan pergeseran peta kekuatan finansial global yang juga berdampak pada pasar pemain Asia Tenggara.
Keunggulan Villa dalam perburuan Soule terletak pada keinginan pribadi sang pemain. Meski tawaran gaji dari Saudi mungkin lebih menggiurkan, Soule disebut lebih memilih tantangan di Premier League bersama Villa. Hal ini bisa menjadi faktor penentu, terutama jika Roma benar-benar butuh dana cepat dan tidak punya banyak waktu untuk menawar harga terbaik. Villa pun bisa memanfaatkan tekanan waktu tersebut untuk menekan harga transfer di bawah nilai pasar Soule yang diperkirakan sekitar ยฃ25-30 juta.
Pertanyaan besarnya, akankah Villa mampu mengamankan tanda tangan Soule sebelum tenggat waktu Roma? Atau justru klub Saudi yang akan memanfaatkan situasi dengan tawaran finansial yang sulit ditolak? Keputusan dalam lima hari ke depan akan menentukan arah bursa transfer musim panas ini, tidak hanya bagi Villa dan Roma, tetapi juga bagi persaingan di Premier League dan Serie A musim depan.



