Aardman dan Pokémon Bersatu: Petualangan Stop-Motion di Galar Hadir 2027
Baca dalam 60 detik
- Studio animasi Aardman, di balik Wallace and Gromit, mengumumkan serial Pokémon stop-motion berjudul Pokémon Tales: The Misadventures of Sirfetch’d and Pichu yang akan tayang pada 2027.
- Serial ini mengambil latar region Galar yang terinspirasi dari Inggris, dengan humor khas Britania dan teknik Claymation yang dipadukan efek khusus baru.
- Kolaborasi ini menandai langkah berani The Pokémon Company dalam menyajikan cerita dari sudut pandang Pokémon, memperkuat daya tarik waralaba di kalangan penggemar global.

Kolaborasi antara studio animasi legendaris Aardman dan The Pokémon Company akhirnya terungkap lebih jelas. Dalam pengumuman di Festival Film Animasi Annecy, Aardman mengonfirmasi bahwa serial stop-motion bertajuk Pokémon Tales: The Misadventures of Sirfetch’d and Pichu akan dirilis pada 2027, membawa nuansa baru yang segar ke dalam dunia Pokémon.
Sarah Cox, kepala kreatif Aardman, menjelaskan bahwa proyek ini akan merayakan keunikan dan keanehan karakter Pokémon dengan sentuhan komedi khas studio yang dikenal lewat Wallace and Gromit serta Shaun the Sheep. “Tim Aardman sangat antusias menghadirkan fisik yang hidup dari animasi stop-frame ke dalam dunia Pokémon,” ujarnya. Serial ini disutradarai oleh Tom Parkinson, yang bersama timnya menciptakan interpretasi buatan tangan yang penuh warna atas Pokémon favorit penggemar.
Latar cerita ditempatkan di region Galar, wilayah dalam franchise Pokémon yang memiliki kemiripan geografis dengan Inggris Raya. Hal ini memungkinkan Aardman menyuntikkan humor Britania yang khas, mulai dari dialog hingga situasi slapstick. Phil Rynda, direktur animasi orisinal The Pokémon Company International, menambahkan bahwa proyek ini memberi kesempatan unik untuk bercerita dari sudut pandang Pokémon, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya. “Dukungan Aardman terhadap kualitas dan penghormatan terhadap penggemar terlihat jelas di setiap bingkai,” katanya.
Aardman mengembangkan efek khusus baru untuk proyek ini, menggabungkan teknologi modern dengan Claymation yang telah menjadi ciri khas mereka. Peter Lord, salah satu pendiri Aardman, menekankan bahwa meskipun teknik mereka mungkin terkesan “kuno”, semangat dan kecintaan terhadap kerajinan animasi tetap menjadi inti. “Kami terus melakukan apa yang kami cintai, dan orang-orang pun menyukainya,” ujarnya.
Bagi penggemar Pokémon di Indonesia, kolaborasi ini membawa angin segar. Region Galar yang mirip Inggris mungkin tidak asing bagi mereka yang mengikuti game Pokémon Sword and Shield. Namun, pendekatan stop-motion Aardman menjanjikan pengalaman visual yang berbeda dari seri anime biasa. Dengan humor yang lebih dewasa namun tetap ramah keluarga, serial ini berpotensi menarik penonton lintas generasi. Kehadiran Sirfetch’d, Pokémon tipe petarung yang populer, dan Pichu yang menggemaskan, diharapkan mampu memikat hati penggemar lama maupun baru.
Ke depannya, proyek ini menjadi ujian bagi The Pokémon Company dalam memperluas medium cerita. Akankah pendekatan stop-motion Aardman menjadi standar baru untuk adaptasi Pokémon di masa depan? Ataukah ini hanya eksperimen sesaat? Yang jelas, pengumuman di Annecy telah membangkitkan antusiasme tinggi, dan para penggemar di Indonesia pun tak sabar menanti petualangan seru Sirfetch’d dan Pichu.



