Studio Game Korea EVR Resmi Bangkrut, Proyek MUDANG: Two Hearts Terhenti
Baca dalam 60 detik
- EVR Studio, pengembang game MUDANG: Two Hearts, dinyatakan pailit pada 5 Juni 2026 setelah sebelumnya melakukan PHK besar-besaran.
- Game yang diumumkan di Xbox Games Showcase 2025 itu kini resmi dihentikan pengembangannya dan kemungkinan dibatalkan.
- Kebangkrutan ini menambah daftar panjang studio game Korea yang gulung tikar di tengah persaingan industri global yang ketat.

EVR Studio, pengembang game aksi-petualangan MUDANG: Two Hearts, resmi mengajukan kebangkrutan pada 5 Juni 2026, menghentikan total pengembangan game yang sempat diumumkan di ajang Xbox Games Showcase 2025. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang beredar sejak awal tahun mengenai gelombang PHK massal di studio asal Korea Selatan tersebut.
Kebangkrutan EVR Studio bukanlah kejutan bagi pengamat industri. Sejak Januari lalu, rumor PHK besar-besaran telah mencuat, menandakan kesulitan keuangan yang dihadapi studio. Kini, dengan status pailit, seluruh proyek yang tengah dikerjakan, termasuk MUDANG: Two Hearts, resmi dihentikan. Game yang direncanakan rilis tahun ini itu merupakan judul single-player bergenre action-adventure shooter dengan elemen siluman.
MUDANG: Two Hearts sendiri sempat menjadi sorotan setelah diperkenalkan di panggung Xbox Games Showcase 2025. Game ini mengusung tema mistis Korea dengan mekanisme tembak-menembak yang dipadukan dengan pendekatan stealth. Namun, nasibnya kini tak menentu, dan kecil kemungkinan game tersebut akan dirilis di masa mendatang kecuali ada pihak lain yang mengakuisisi asetnya.
Kebangkrutan EVR Studio menjadi pengingat betapa kerasnya industri game global, terutama bagi studio independen dan menengah. Di Indonesia, fenomena serupa juga mulai terlihat, di mana beberapa studio game lokal kesulitan bertahan akibat pendanaan yang terbatas dan persaingan dengan raksasa internasional. Menurut analis industri game, kegagalan EVR Studio bisa menjadi pelajaran bagi pengembang Tanah Air untuk lebih berhati-hati dalam mengelola arus kas dan ekspektasi pasar.
Meskipun EVR Studio telah tutup, warisan MUDANG: Two Hearts mungkin masih bisa hidup jika ada investor yang bersedia mengakuisisi hak kekayaan intelektualnya. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda minat dari pihak ketiga. Pertanyaannya, akankah ada studio lain yang berani mengambil alih proyek yang sudah setengah jalan ini, atau justru akan menjadi proyek gagal lainnya yang terlupakan?



