Priyanka Chopra Targetkan Karier Hollywood Setara Bollywood: Sebuah Ambisi di Tengah Perubahan Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Aktris Priyanka Chopra mengakui portofolio film Hollywoodnya belum sekaya karya Hindi yang telah membesarkan namanya.
- Ia bertekad menghadirkan variasi peran yang sama di industri Barat, didorong oleh semakin terbukanya pasar global berkat platform streaming.
- Pernikahan dengan Nick Jonas dan peran sebagai ibu membuatnya kini lebih selektif dalam memilih proyek, menyeimbangkan karier dan keluarga.

Bintang Bollywood yang telah merambah Hollywood, Priyanka Chopra, secara terbuka mengungkapkan ambisinya untuk menyamai pencapaian karier Hindi-nya di industri film Barat. Dalam sebuah sesi di konferensi Cannes Lions, Rabu (24/6), aktris berusia 43 tahun itu menegaskan bahwa perjalanannya di Amerika masih panjang untuk bisa menyaingi kedalaman dan variasi karya yang telah ia bangun di India.
Chopra, yang namanya melambung lewat film-film Hindi sebelum membintangi seri seperti Quantico dan film The White Tiger, mengakui bahwa katalog film berbahasa Inggrisnya belum memiliki keberagaman genre dan kolaborasi dengan sineas papan atas seperti yang ia dapatkan di Bollywood. “Dalam karier Hindi, saya telah bekerja dengan semua pembuat film dan aktor terbaik, bercerita dengan luar biasa, dan menjajaki berbagai genre. Sementara di Amerika, dalam karya berbahasa Inggris, saya belum banyak melakukannya,” ujarnya.
Untuk “reinvensi berikutnya”, Chopra berfokus pada bagaimana ia bisa menghadirkan variasi karakter yang sama seperti yang ia lakukan di India ke dalam proyek-proyek Hollywood. Ia melihat peluang besar dari menjamurnya platform streaming yang memudahkan penonton global mengakses konten non-Inggris. “Ibu saya suka drama Korea. Ia tidak akan pernah punya akses ke tontonan itu jika bukan karena streaming dan pandemi,” katanya, mencontohkan fenomena global seperti Squid Game dan Parasite.
Di luar ambisi profesional, Chopra juga menyoroti perubahan besar dalam hidupnya setelah menikah dengan penyanyi Nick Jonas dan menjadi ibu. “Prioritas benar-benar berubah. Saya tidak lagi begitu saja mengemasi koper dan pergi syuting. Saya tidak mengerjakan lima film setahun. Saya sangat selektif dengan waktu yang saya habiskan dan dengan siapa,” jelasnya. Ia mengaku kini lebih menghargai perjuangan ibunya sebagai seorang ibu yang bekerja.
Kesetiaan penggemar India menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi Chopra. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang tak pernah pudar selama seperempat abad. “Mereka mendukung saya di masa-masa sulit, membela saya. Itu membuat saya merasa telah menyentuh hati mereka melalui karya. Perasaan itu sangat kuat,” katanya. Dukungan ini menjadi pertimbangan penting dalam setiap keputusan kariernya.
Bagi penonton Indonesia, perjalanan Chopra bisa menjadi cerminan bagaimana aktor lintas budaya menavigasi industri global. Kesuksesan film-film India di Indonesia, seperti Dangal dan Baahubali, menunjukkan bahwa pasar lokal terbuka terhadap konten non-Barat. Namun, tantangan untuk menembus Hollywood dengan peran yang substansial masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak bintang Asia. Pertanyaannya, mampukah Chopra menciptakan kembali jejak Bollywood-nya di panggung global, atau justru akan memilih jalur yang lebih personal dan selektif?
