Tabrakan Maut di Kutim: Dua Pengendara Tewas Terbakar, Polisi Selidiki Lubang Jalan
Baca dalam 60 detik
- Dua pengendara sepeda motor tewas dalam kecelakaan di Simpang Perdau, Kutai Timur, setelah kendaraan mereka terbakar akibat tabrakan yang dipicu upaya menghindari lubang di jalan.
- Polisi menduga pengendara Yamaha Vixion melambung ke lajur berlawanan saat menghindari lubang, bertabrakan dengan Honda Genio, dan percikan api dari kebocoran bahan bakar menyebabkan kebakaran.
- Kasus ini menyoroti kondisi infrastruktur jalan di daerah pertambangan seperti Kutim, di mana lubang dan kerusakan jalan kerap memicu kecelakaan fatal.

Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Simpang Perdau, Kutai Timur, Senin pagi, merenggut nyawa dua pengendara sepeda motor setelah kendaraan mereka terbakar hebat. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WITA ini diduga dipicu oleh upaya salah satu pengendara menghindari lubang di badan jalan, yang berujung pada tabrakan frontal dan kebakaran yang melalap kedua korban.
Korban adalah Selmi Lovianti Malute (22), pengendara Honda Genio hijau dengan nomor polisi KT-2140-RFO, dan Baso Patahuddin (36), yang mengendarai Yamaha Vixion hitam bernomor polisi KT-3850-OR. Keduanya mengalami luka bakar di seluruh tubuh dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp20 juta.
Menurut Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, kecelakaan bermula saat Yamaha Vixion yang dikendarai Baso melaju dari arah Sangatta menuju Bengalon. Di sebuah tikungan landai, pengendara diduga berusaha menghindari lubang di sisi kiri jalan, sehingga kendaraannya melambung ke lajur berlawanan. Pada saat bersamaan, Honda Genio yang dikendarai Selmi datang dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak terhindarkan.
Benturan keras menyebabkan kedua pengendara terjatuh dan tertimpa motor masing-masing. Kebocoran bahan bakar diduga terjadi dan memicu percikan api, yang dengan cepat membakar kedua sepeda motor beserta pengendaranya. Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dan memberikan pertolongan, namun nyawa kedua korban tak tertolong. Tim kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, dan mengamankan barang bukti.
Kapolres Fauzan menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan faktor-faktor lain yang berkontribusi, termasuk kondisi jalan dan kecepatan kendaraan. "Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat salah satu pengendara menghindari lubang di badan jalan sehingga masuk ke lajur berlawanan dan terjadi tabrakan. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Insiden ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kutai Timur, yang merupakan daerah pertambangan dengan lalu lintas kendaraan berat yang padat. Lubang dan kerusakan jalan sering dikeluhkan warga, namun perbaikan kerap tertunda. Bagi pengguna jalan di Indonesia, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan ekstra dan perlunya perbaikan jalan yang lebih responsif dari pemerintah daerah.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan memperhatikan kondisi jalan, terutama di ruas yang rawan kerusakan. "Keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Kapolres. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah lubang di Jalan Poros Bengalon-Sangatta segera diperbaiki sebelum memakan korban lagi?



