Polda Metro Jaya Kerahkan 4.057 Personel Kawal Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Ribuan aparat gabungan TNI-Polri disiagakan di titik-titik strategis Jakarta untuk mengamankan demonstrasi yang dijadwalkan pada Senin (22/6).
- Pengamanan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, namun tetap waspada terhadap potensi gangguan seperti kemacetan dan konvoi liar.
- Masyarakat pengguna jalan diminta menghindari kawasan Monas, Bundaran HI, dan Gedung DPR/MPR selama aksi berlangsung.

Polda Metro Jaya menyiagakan 4.057 personel gabungan untuk mengawal aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung Senin (22/6/2026) di sejumlah titik ibu kota. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyatakan bahwa personel yang diterjunkan terdiri dari 3.701 anggota Polda Metro Jaya, 156 personel polres, dan 200 personel BKO TNI. Mereka akan ditempatkan di kawasan Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI dan Kementerian Kehutanan RIโlokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa.
โPengamanan dilakukan secara humanis, persuasif, dan tetap mengedepankan keselamatan seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan,โ ujar Kombes Pol. Budi dalam keterangan resmi, Minggu (21/6). Ia menambahkan bahwa seluruh langkah pengamanan telah disesuaikan dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kombes Pol. Budi menjelaskan bahwa personel juga disiapkan untuk merespons secara cepat berbagai potensi kerawanan, seperti pelanggaran lalu lintas, konvoi yang tidak terkendali, hingga upaya pemblokiran jalan. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan dinamika di lapangan. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menghindari sementara kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengimbau peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak mudah terprovokasi, tidak membawa barang berbahaya, serta tetap menghormati hak masyarakat lainnya. โSilakan menyampaikan aspirasi sesuai aturan, namun tetap jaga keamanan, ketertiban, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat,โ ungkapnya.
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, aksi unjuk rasa kerap berdampak pada kemacetan lalu lintas dan mobilitas. Pengguna jalan disarankan mencari rute alternatif atau menunda perjalanan ke area terdampak. Polda Metro Jaya berjanji akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini melalui kanal resmi.
Ke depan, efektivitas pengamanan akan diuji oleh eskalasi massa dan potensi provokasi. Apakah pendekatan humanis yang diusung cukup untuk meredam ketegangan? Publik menanti pelaksanaan aksi yang damai dan tertib sesuai koridor hukum.



