Sigi Diguncang Gempa Magnitudo 3,1, Pusat di Timur Laut Sedalam 6 Km
Baca dalam 60 detik
- Gempa tektonik magnitudo 3,1 melanda wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, Senin dini hari pukul 05:41 WIB.
- Pusat gempa berada 36 km timur laut Sigi dengan kedalaman sangat dangkal 6 km, meningkatkan potensi guncangan terasa.
- BMKG mengingatkan data awal gempa masih bisa berubah seiring kelengkapan informasi dari stasiun seismik.

Wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Senin (22/6/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 3,1 dengan pusat berada di darat, tepatnya 36 kilometer arah timur laut Kabupaten Sigi. Guncangan terjadi pada kedalaman sangat dangkal, hanya 6 kilometer, yang membuat getarannya berpotensi dirasakan oleh warga di sekitar episenter.
Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 05:41:44 WIB. Koordinat episenter terletak di 1,10 Lintang Selatan dan 120,05 Bujur Timur. Meski magnitudonya tergolong kecil, kedalaman yang dangkal kerap menyebabkan guncangan lebih terasa, terutama di wilayah dengan kondisi tanah lunak atau struktur bangunan yang kurang kokoh. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa.
BMKG dalam keterangan resminya melalui akun media sosial X menegaskan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan. "Hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG. Peringatan ini lazim disertakan pada gempa kecil atau awal, mengingat data dari stasiun seismik masih terus dikumpulkan dan dianalisis.
Gempa dangkal seperti ini menjadi perhatian khusus di Indonesia, negara yang terletak di Cincin Api Pasifik. Wilayah Sulawesi Tengah sendiri merupakan kawasan rawan gempa karena berada di pertemuan beberapa sesar aktif, termasuk Sesar Palu-Koro yang pernah memicu gempa dahsyat dan tsunami pada 2018. Meski gempa kali ini jauh lebih kecil, kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana seismik.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas. Hingga saat ini, belum ada peringatan tsunami karena gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang besar.
Ke depan, data dari BMKG akan terus diperbarui. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah gempa ini merupakan rangkaian aktivitas seismik yang perlu diwaspadai, atau sekadar pelepasan energi rutin di kawasan tektonik aktif. Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah setempat.



