Viral Video Hina Warga China, Warga Malaysia Minta Maaf: Pelajaran bagi Turis Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Seorang perempuan Malaysia menyampaikan permintaan maaf publik setelah video yang memperlihatkan dirinya menutup hidung dan melontarkan komentar miring terhadap warga lokal di China viral di media sosial.
- Insiden yang terjadi pada 15 Juni itu memicu kecaman luas dari warganet yang menilai tindakan tersebut tidak sopan dan dapat merusak citra wisatawan Malaysia di luar negeri.
- Kasus ini menjadi pengingat bagi wisatawan Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam bersikap saat berkunjung ke luar negeri, mengingat perilaku individu dapat berdampak pada reputasi bangsa.

Seorang perempuan Malaysia bernama Nur Asyiqin Mohd Dalil secara terbuka meminta maaf setelah video yang memperlihatkan dirinya menutup hidung dan melontarkan komentar yang dianggap menghina warga lokal saat berlibur di China viral di media sosial. Permintaan maaf itu diunggah melalui akun TikTok @ekyn.wong pada Minggu (21/6) dengan fitur komentar dinonaktifkan, menandai upaya meredam gelombang kritik yang menerpanya.
Dalam pernyataannya, Nur Asyiqin mengaku bertanggung jawab penuh atas tindakannya yang terjadi pada 15 Juni lalu. Ia menyebut insiden tersebut sebagai reaksi spontan yang tidak direncanakan dan sama sekali tidak bermaksud menyinggung atau mempermalukan siapa pun. "Saya menghormati pandangan, kritik, dan perasaan semua pihak, dan tidak pernah berniat menyinggung, mempermalukan, atau menyebabkan konflik apa pun," ujarnya.
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial memperlihatkan perempuan itu menutup hidung sambil membuat komentar tentang bau atau kebersihan di sekitar lokasi wisata. Aksi tersebut sontak menuai kecaman dari warganet, yang menilai perilaku itu tidak sopan dan mencerminkan buruknya etika wisatawan Malaysia di luar negeri. Meskipun video asli telah dihapus dari akun TikTok tersebut, salinannya terus beredar di platform lain seperti Twitter dan Instagram.
Nur Asyiqin mengakui bahwa tindakannya telah melampaui batas dan menyatakan penyesalan mendalam. "Sungguh, saya menyesali perbuatan saya dan menyadari bahwa perilaku saya berlebihan," katanya. Ia berjanji akan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati dan peka terhadap sensitivitas publik di masa mendatang. "Saya akan lebih berhati-hati dalam setiap tindakan yang saya ambil dan lebih peka terhadap sensitivitas masyarakat," tambahnya.
Meskipun sebagian warganet menyambut baik permintaan maaf tersebut, tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa wisatawan harus lebih sadar akan perilaku mereka di luar negeri karena tindakan individu dapat berdampak pada citra negara. Kasus ini menjadi pengingat bagi wisatawan Indonesia, yang juga kerap bepergian ke luar negeri, untuk selalu menjaga etika dan menghormati budaya setempat. Di era media sosial, setiap tindakan dapat dengan mudah terekam dan menyebar luas, berpotensi menimbulkan konsekuensi diplomatik atau sosial yang tidak diinginkan.
Ke depan, insiden ini membuka pertanyaan tentang bagaimana negara asal wisatawan dapat mengedukasi warganya untuk bersikap lebih bertanggung jawab saat berada di luar negeri. Apakah perlu ada kampanye kesadaran budaya yang lebih masif, atau cukup dengan sanksi sosial yang sudah berjalan? Yang jelas, satu video viral bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.



