Harga Durian Musang King Anjlok 90%, Malaysia Nikmati 'Tsunami Durian'
Baca dalam 60 detik
- Musang King yang biasanya dijual RM90/kg kini hanya RM9/kg akibat panen raya dan ekspor tertahan.
- Konsumen Malaysia berbondong-bondong membeli durian premium dengan harga setara durian kampung.
- Otoritas pertanian Malaysia berharap harga kembali normal dalam beberapa pekan ke depan.

Malaysia tengah dilanda fenomena yang disebut 'tsunami durian'โharga durian premium Musang King merosot hingga 90 persen, dari RM90 per kilogram menjadi hanya RM9, akibat panen raya dan kelebihan pasokan yang tidak terserap pasar ekspor.
Pada Rabu (24/6), ribuan warga Kuala Lumpur memadati gerai buah dan tenda pinggir jalan untuk menikmati durian dengan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini dipicu oleh produksi durian yang melimpah di musim panen puncak, ditambah dengan penolakan sejumlah kontainer ekspor yang membuat pasokan domestik membeludak.
Malaysia, yang setiap tahunnya memproduksi lebih dari 550.000 ton durian, kini menghadapi situasi di mana harga buah berduri tajam itu jatuh drastis. Selain Musang King, varietas Black Thorn juga ikut terpuruk, menurut laporan media setempat.
"Kami mendapat informasi dari industri bahwa tahun ini akan terjadi 'tsunami Musang King', dan itu benar-benar terjadi," ujar Faisal Iswardi Ismail, Deputi Direktur Otoritas Pemasaran Pertanian Federal Malaysia. Ia berharap harga dapat pulih dalam beberapa pekan mendatang.
Di sebuah lapak di Segambut, sekitar 10 km dari pusat Kuala Lumpur, warga tampak antusias memborong durian. "Orang Malaysia bisa menikmati durian murah... ini membuat kami bahagia," kata Sik Siao Peng kepada AFP. Cheah Kim Wai, manajer toko DurianMan di Petaling Jaya, menambahkan bahwa durian tahun ini adalah yang termurah yang pernah ada. "Durian benar-benar menjadi buah yang bisa dibeli rakyat biasa, harganya seperti durian kampung dulu," ujarnya.
Namun di balik kegembiraan konsumen, para pedagang mulai khawatir. Cheah mengakui bahwa margin keuntungan sangat tipis. "Tapi kami harus tetap menjual, bisnis harus berjalan," katanya. Otoritas pertanian pun berharap harga segera pulih agar petani dan pedagang tidak merugi.
Bagi Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat akan risiko oversupply di musim panen raya. Indonesia juga merupakan produsen durian besar, dan fluktuasi harga serupa bisa terjadi jika ekspor terganggu. Apakah petani durian Indonesia siap menghadapi 'tsunami durian' versi mereka sendiri?



