Penjualan Ritel Nasional Melambat, MDIY Bukukan Laba Rp306,5 Miliar di Kuartal I 2026
Baca dalam 60 detik
- Emiten ritel MDIY membukukan laba tahun berjalan Rp306,5 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 35,5% year-on-year di tengah perlambatan penjualan ritel nasional.
- Jumlah transaksi MDIY mencapai 29,5 juta dalam satu kuartal, tumbuh 28,8% yoy, didorong ekspansi agresif ke 432 kota dengan 1.258 gerai.
- Pembagian dividen perdana sebesar Rp17,62 per saham menandai fleksibilitas keuangan perusahaan setelah cadangan wajib terpenuhi.

Di tengah lesunya penjualan ritel nasional yang hanya tumbuh 3,4% year-on-year pada Maret 2026, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) justru mencatatkan lonjakan laba tahun berjalan sebesar 35,5% menjadi Rp306,5 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Bank Indonesia mencatat beberapa segmen ritel justru mengalami kontraksi, seperti penjualan alat informasi dan komunikasi yang ambles 26,4%, perlengkapan rumah tangga turun 3,5%, serta sandang yang terkoreksi 2,4%. Namun, MDIY berhasil membalikkan tren tersebut dengan pendapatan yang naik 31% menjadi hampir Rp2,4 triliun.
Analis Ajaib Sekuritas, Alvin Timothy Murthi, menilai kemampuan MDIY melampaui industri tak lepas dari disiplin ekspansi dan harga produk yang terjangkau. Hingga kuartal I 2026, perusahaan telah mengoperasikan 1.258 toko yang tersebar di 432 dari 514 kota di Indonesia, menjangkau konsumen kelas menengah bawah yang sensitif harga.
Kinerja operasional yang solid juga tercermin dari arus kas operasi yang melonjak 3,5 kali lipat menjadi Rp1,1 triliun. Dengan rasio utang terhadap modal yang rendah, yaitu 0,3 kali, MDIY memiliki fleksibilitas untuk mendanai belanja modal dari kas internal maupun pinjaman. Alvin menambahkan, perusahaan dapat mempertahankan harga jual sebagai proposisi nilai inti tanpa mengorbankan margin, sehingga momentum pertumbuhan ganda dapat berlanjut.
Di sisi lain, MDIY juga mencatat sejarah baru dengan membagikan dividen perdana sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dalam RUPST tahun buku 2025 yang digelar 11 Juni lalu, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025, setara Rp17,62 per saham. Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyebut langkah ini sebagai bukti fundamental bisnis yang kuat dan kepercayaan investor terhadap strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Dividen akan dibayarkan pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat per 24 Juni 2026. Dengan cadangan wajib yang telah terpenuhi, Edwin menegaskan perusahaan kini memiliki keluwesan lebih besar dalam mengalokasikan modal, baik untuk ekspansi maupun imbal hasil pemegang saham.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah MDIY mampu mempertahankan laju pertumbuhan di tengah tekanan daya beli masyarakat dan persaingan ketat dari ritel modern lainnya. Dengan arus kas yang kuat dan strategi ekspansi yang agresif, MDIY tampaknya masih memiliki ruang untuk terus tumbuh, namun ketidakpastian ekonomi global dan domestik tetap menjadi variabel yang perlu dicermati.



