Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Daruba: Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Daruba, Maluku Utara, pada Senin pagi pukul 08:35 WIB dengan pusat di 27 km barat laut kota tersebut.
- Pusat gempa berada di kedalaman 115 km, termasuk kategori gempa menengah sehingga getaran terasa cukup luas namun risiko kerusakan besar relatif rendah.
- BMKG mengingatkan data awal dapat berubah seiring kelengkapan informasi, dan masyarakat diimbau tetap tenang serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Senin (22/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di 27 kilometer barat laut Daruba dengan kedalaman 115 kilometer, sehingga termasuk kategori gempa menengah yang getarannya dapat dirasakan di area cukup luas.
Berdasarkan rilis BMKG, gempa terjadi tepat pukul 08:35:57 WIB dengan koordinat 2,26 Lintang Utara dan 128,17 Bujur Timur. Meski kekuatannya tidak terlalu besar, getaran sempat menimbulkan kepanikan singkat di kalangan warga yang tengah beraktivitas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan yang signifikan.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan resmi menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. โKedalaman 115 km menunjukkan mekanisme sumber gempa adalah sesar naik dalam lempeng Laut Maluku, bukan di zona subduksi dangkal yang biasa memicu tsunami,โ jelasnya. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab dan selalu merujuk pada informasi resmi.
Wilayah Maluku Utara memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik aktif, yakni Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia. Sepanjang 2026, BMKG mencatat setidaknya 12 gempa signifikan di kawasan ini, dengan magnitudo berkisar 3,5 hingga 5,8. Gempa Daruba kali ini menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik di Indonesia timur masih tinggi dan perlu diantisipasi secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di zona rawan gempa, kejadian ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Pemerintah daerah setempat diharapkan terus mengedukasi warga tentang langkah evakuasi mandiri dan memastikan bangunan publik memenuhi standar tahan gempa. BMKG pun terus mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih cepat dan akurat, meskipun untuk gempa dangkal berpotensi tsunami masih menjadi tantangan tersendiri.
โInformasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,โ tulis BMKG dalam keterangan resmi yang disebarluaskan melalui akun media sosialnya.
Ke depan, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan gempa susulan yang umumnya berkekuatan lebih kecil. Namun, jika terjadi gempa besar, kesiapan infrastruktur dan respons cepat aparat akan menjadi faktor penentu dalam meminimalkan dampak. Akankah pemerintah daerah Maluku Utara segera mengevaluasi kesiapsiagaan bencana pasca-gempa ini? Waktu yang akan menjawab.



