Gempa 6,9 Guncang Jepang Utara, Tak Picu Tsunami
Baca dalam 60 detik
- Gempa berkekuatan 6,9 magnitudo mengguncang lepas pantai Iwate, Jepang utara, tanpa peringatan tsunami.
- Belum ada laporan kerusakan berarti; aktivitas warga dan lalu lintas di kota terdekat berjalan normal.
- Peristiwa ini terjadi setelah gempa 7,7 pada April lalu yang memicu kekhawatiran akan gempa lebih besar.

Gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo mengguncang wilayah utara Jepang pada Kamis (25/6/2026), namun Badan Meteorologi Jepang memastikan tidak ada peringatan tsunami dan belum menerima laporan kerusakan signifikan.
Pusat gempa berada di lepas pantai Prefektur Iwate, sekitar 50 kilometer di bawah permukaan laut. Guncangan terkuat dirasakan di Kota Hashikami, di mana seorang warga setempat melaporkan hanya sebuah bingkai foto yang jatuh. Sementara itu, rekaman dari penyiar publik NHK menunjukkan lalu lintas di Kota Hachinohe tetap lancar dengan lampu lalu lintas berfungsi normal.
Jepang, yang berada di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang Cincin Api Pasifik, merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Dengan populasi sekitar 125 juta jiwa, negeri ini mengalami ratusan guncangan setiap tahun dan menyumbang sekitar 18 persen dari total gempa bumi global. Sebagian besar gempa berskala ringan, namun dampaknya sangat bergantung pada lokasi dan kedalaman episentrum.
Bagi Indonesia, yang juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik, gempa di Jepang menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia kerap merujuk pada sistem peringatan dini Jepang sebagai tolok ukur. Meski gempa kali ini tidak menimbulkan tsunami, sejarah mencatat bahwa gempa besar di Jepang kerap diikuti gelombang pasang yang menghancurkan.
Jepang masih dibayangi memori kelam gempa 9,0 magnitudo pada 2011 yang memicu tsunami dahsyat, menewaskan atau menghilangkan sekitar 18.500 jiwa, serta meluluhlantakkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima. Pada 20 April lalu, gempa 7,7 magnitudo juga mengguncang perairan Pasifik di lepas Iwate, mendorong pemerintah mengeluarkan imbauan khusus tentang peningkatan risiko gempa berkekuatan 8,0 atau lebih. Imbauan itu dicabut setelah sepekan.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah rangkaian gempa di Iwate ini merupakan pertanda akan datangnya gempa besar yang lebih dahsyat, atau sekadar aktivitas seismik biasa yang menjadi ciri khas kawasan Cincin Api? Para ahli terus memantau pergerakan lempeng di bawah Samudra Pasifik, sementara warga di kedua sisi lautanโJepang dan Indonesiaโperlu tetap waspada.



