Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara: Konser hingga Olahraga Jadi Sektor Ekonomi Baru
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Danantara Rosan Roeslani membahas pengelolaan aset negara dan diversifikasi ekonomi ke sektor pariwisata, olahraga, dan musik.
- Konsolidasi BUMN telah mencapai 258 entitas dari total 1.077, dengan target 300 entitas lagi dalam waktu dekat untuk efisiensi operasional.
- Langkah ini diharapkan membuka lapangan kerja baru dan menarik investasi, sekaligus mengurangi beban keuangan negara dari BUMN yang tidak efisien.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/2026). Agenda utama pertemuan itu bukan sekadar laporan rutin, melainkan arahan strategis untuk mempercepat transformasi BUMN dan merumuskan sektor-sektor baru yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut keterangan resmi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang diunggah di akun Instagram pribadinya, salah satu fokus diskusi adalah optimalisasi pengelolaan aset negara. Pemerintah ingin aset-aset yang selama ini menganggur atau kurang produktif dapat segera menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah ini dinilai krusial di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan untuk menciptakan sumber pendapatan baru di luar sektor komoditas.
Yang menarik, dalam pertemuan tersebut Danantara didorong untuk tidak hanya fokus pada konsolidasi BUMN yang sudah berjalan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Sektor-sektor yang disebut secara spesifik meliputi pariwisata, penyelenggaraan ajang olahraga, konser musik, dan industri kreatif. Pemerintah menilai sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi baru, serta meningkatkan perputaran ekonomi nasional.
Dari sisi konsolidasi BUMN, progres yang dilaporkan cukup signifikan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah menargetkan sekitar 300 entitas lagi akan segera menyusul dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional BUMN, memperkuat tata kelola perusahaan, dan mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara.
Bagi pelaku usaha dan investor di Indonesia, arah kebijakan ini memberikan sinyal bahwa pemerintah serius mendiversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. Sektor kreatif dan hiburan, yang selama ini kerap dipandang sebagai industri sampingan, kini mendapat tempat dalam strategi ekonomi nasional. Jika terealisasi, konser musik berskala besar dan ajang olahraga internasional bisa menjadi katalis baru bagi pariwisata dan investasi di daerah.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah sejauh mana Danantara mampu menjalankan peran ganda: sebagai agen konsolidasi BUMN sekaligus motor penggerak sektor-sektor baru. Efektivitas transformasi ini akan sangat bergantung pada kemampuan eksekusi di lapangan dan koordinasi antarkementerian. Mampukah pemerintah menjaga momentum ini tanpa terjebak dalam birokrasi yang berbelit?



