Polda Riau Borong Dua Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Baca dalam 60 detik
- Polda Riau meraih penghargaan instansi vertikal dan Kapolda sebagai tokoh motivator keterbukaan informasi dari Komisi Informasi Provinsi Riau.
- Penghargaan ini menegaskan komitmen Polda Riau dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui program digital seperti RADAR dan JALUR.
- Capaian tersebut menjadi kado istimewa menjelang Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bukti adaptasi Polri terhadap tuntutan pelayanan publik modern.

Polda Riau menutup rangkaian jelang Hari Bhayangkara ke-80 dengan membawa pulang dua penghargaan bergengsi di bidang keterbukaan informasi publik, sebuah pencapaian yang menegaskan posisi institusi tersebut sebagai salah satu yang terdepan dalam transparansi pelayanan di lingkungan Polri. Dalam ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik dan Achievement Motivation Person 2025 yang digelar Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, Rabu (24/6/2026), Polda Riau dinobatkan sebagai Instansi Vertikal Terbaik, sementara Kapolda Riau menerima penghargaan khusus sebagai tokoh yang mendorong motivasi keterbukaan.
Penghargaan diserahkan di Auditorium Lantai 8 Menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Bagi Kapolda Riau, Irjen Pol. (sebutkan nama jika ada) menyebut raihan ini sebagai "kado istimewa" dari seluruh personel menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan hasil kerja kolektif yang telah membudayakan transparansi di setiap lini pelayanan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi sejumlah program inovatif yang digagas Kapolda Riau. Melalui program RADAR, RAGA, dan JALUR, Polda Riau mengintegrasikan seluruh kanal pengaduan dan informasi masyarakatโmulai dari media sosial, layanan digital, call center, hingga media massaโke dalam satu sistem respons cepat. Pendekatan ini memungkinkan setiap laporan ditindaklanjuti secara akurat dan terukur, sekaligus memperpendek jarak antara polisi dan warga.
Ketua KI Provinsi Riau, Tatang Yudiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan indikator utama tata kelola pemerintahan yang baik. "Kepercayaan publik hanya bisa dibangun jika informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat," ujarnya. Pernyataan ini sejalan dengan upaya Polda Riau yang terus memperkuat transformasi digital guna mempermudah akses informasi bagi masyarakat.
Di luar penghargaan, pencapaian Polda Riau memiliki arti penting bagi publik Indonesia secara luas. Di tengah kritik terhadap birokrasi kepolisian yang kerap dianggap tertutup, langkah Polda Riau menjadi contoh konkret bahwa transparansi bukan sekadar jargon. Inovasi seperti sistem pengaduan terintegrasi dan budaya kerja yang mendorong keterbukaan informasi dapat direplikasi oleh kepolisian daerah lain. Hal ini juga sejalan dengan agenda reformasi birokrasi Polri yang digaungkan sejak era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ke depan, tantangan terbesar Polda Riau adalah menjaga konsistensi. Apakah budaya transparansi ini akan terus terawat setelah momentum Hari Bhayangkara berlalu? Atau justru menjadi standar baru yang diadopsi oleh seluruh jajaran Polri? Jawabannya akan menentukan sejauh mana kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat terus diperkuat.



