Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang: Api Belum Padam Setelah 9 Jam, 95 Personel Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran melanda pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari di Cipondoh, Tangerang, sejak Minggu malam dan masih berkobar hingga Senin pagi.
- Sebanyak 95 personel pemadam kebakaran dan 19 unit mobil dikerahkan, namun material karet dan bahan kimia mempersulit pemadaman.
- Belum ada korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan; petugas fokus mencegah api merambat ke pemukiman.

Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal milik PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Cipondoh, Tangerang, belum sepenuhnya teratasi hingga Senin pagi, lebih dari sembilan jam setelah api pertama kali dilaporkan. Kobaran api yang membesar menyebabkan sebagian struktur bangunan ambruk dan memaksa petugas menerjunkan puluhan personel serta armada untuk melokalisir titik api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 22.31 WIB, Minggu (21/6). Tim pemadam dari Pos Belendung dan UPT Batuceper tiba di lokasi 14 menit kemudian dan langsung memulai upaya pemadaman. Namun, material mudah terbakar seperti karet dan bahan kimia di dalam pabrik membuat api sulit dikendalikan.
Sebanyak 95 personel pemadam kebakaran dikerahkan, didukung oleh dua personel Koramil, enam personel Dinas Kesehatan, serta 30 relawan. Total 19 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, ditambah satu kendaraan Koramil dan satu ambulans. Meski demikian, hingga pukul 07.32 WIB Senin pagi, proses pemadaman masih berlangsung. Beberapa titik bangunan pabrik ambruk akibat tingginya suhu dan kobaran api.
Andia menjelaskan bahwa material karet dan bahan kimia menjadi tantangan utama dalam pemadaman. Petugas menerapkan strategi bertahap, termasuk pendinginan di titik-titik rawan untuk mencegah munculnya kembali api setelah kobaran utama berhasil diredam. "Fokus kami saat ini adalah memastikan api tidak merambat ke area sekitar. Keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka. Kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran agar akses petugas dan kendaraan operasional tidak terhambat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran di kawasan industri padat penduduk seperti Cipondoh. Dengan material mudah terbakar dan keterbatasan akses, pertanyaan tentang kesiapan sistem keselamatan dan respons cepat masih mengemuka. Apakah evaluasi menyeluruh terhadap protokol kebakaran di pabrik-pabrik serupa akan segera dilakukan?



