Kebakaran Pabrik Sandal di Cipondoh Hanguskan Tiga Bangunan, 95 Petugas Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Api melalap pabrik sandal di Cipondoh, Tangerang, meludeskan tiga bangunan dalam kompleks tersebut.
- Sebanyak 95 personel dan 19 unit mobil pemadam dikerahkan untuk melokalisir api agar tak merambat ke pemukiman padat.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki Polres Metro Tangerang Kota; tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sandal di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang pada Senin (22/6) dini hari, menghanguskan sedikitnya tiga bangunan dalam kompleks tersebut. Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga karena lokasi pabrik berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan dengan bangunan lain.
Kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke seluruh area pabrik, didorong oleh banyaknya material mudah terbakar seperti karet dan plastik yang menjadi bahan baku sandal. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak jauh, membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Tangerang segera diterjunkan ke lokasi dengan 19 unit mobil pemadam dan 95 personel untuk mengendalikan situasi.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia Rahman, menyatakan bahwa prioritas utama petugas adalah melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya. "Langkah utama yang dilakukan adalah melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas," ujarnya. Upaya pemadaman berlangsung intensif selama beberapa jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Meskipun kerugian materi diperkirakan tidak sedikit, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Hal ini disyukuri mengingat kebakaran terjadi pada dini hari saat sebagian besar pekerja tidak berada di lokasi. Kasus kebakaran kini ditangani oleh Polres Metro Tangerang Kota untuk mengungkap penyebab pasti. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan masih berlangsung.
Kebakaran pabrik di kawasan padat seperti Cipondoh menjadi pengingat akan pentingnya penerapan standar keselamatan kebakaran di industri kecil dan menengah. Banyak pabrik rumahan di Indonesia yang masih abai terhadap sistem proteksi kebakaran, seperti instalasi listrik yang tidak sesuai standar dan minimnya alat pemadam api ringan (APAR). Peristiwa ini diharapkan mendorong pengawasan lebih ketat dari pemerintah daerah terhadap kepatuhan regulasi keselamatan di sektor manufaktur skala kecil.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah insiden ini akan memicu evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kawasan industri di Tangerang, khususnya yang berada di permukiman padat. Dengan tidak adanya korban jiwa, fokus kini beralih pada pemulihan dan pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang.



