Hari Ayah Tanpa Ozzy: Kelly Osbourne Buka Isi Pesan Terakhir Sang Legenda
Baca dalam 60 detik
- Kelly Osbourne membagikan pesan teks terakhir dari Ozzy Osbourne yang menyebut video cucunya sebagai penghibur di masa sakit.
- Unggahan emosional itu menjadi pengingat betapa beratnya kehilangan figur publik yang juga seorang ayah, setahun setelah kepergiannya.
- Warisan Ozzy sebagai ikon metal dan bintang reality show terus dikenang, termasuk dampaknya pada budaya pop global.

Hampir setahun setelah kepergian Ozzy Osbourne, Kelly Osbourne masih merasakan kehampaan yang tak terobati. Melalui unggahan Hari Ayah di Instagram, putri sulung vokalis Black Sabbath itu membagikan pesan terakhir sang ayahโsebuah pengingat bahwa di balik persona panggung yang liar, Ozzy adalah seorang kakek yang menemukan kebahagiaan sederhana dari video cucunya bermain air.
Dalam pesan yang dikirim sebelum Ozzy meninggal pada Juli 2025 di usia 76 tahun, ia menulis kepada Kelly bahwa menonton video putranya, Sidney, membuat semua rasa sakit dan kesedihannya sirna. "Aku sangat mencintai kalian berdua, dan yang aku inginkan hanyalah kalian bahagia," tulis Ozzy, seraya menambahkan bahwa kesehatannya jauh lebih berharga daripada komitmen panggung.
Kelly, yang kini berusia 41 tahun, menyertakan kolase foto lawas yang merekam momen-momen kebersamaan merekaโdari masa kecilnya hingga dewasa. "Rasa sakit karena kehilanganmu adalah harga dari mencintaimu, dan akan kubayar selamanya," tulisnya dalam keterangan foto. Unggahan itu sontak memicu gelombang simpati dari penggemar dan rekan musisi yang masih berduka.
Bagi publik Indonesia, kisah keluarga Osbourne mungkin terdengar seperti drama selebritas asing. Namun, di balik gemerlap industri hiburan, ada pelajaran universal tentang bagaimana seorang figur publik menghadapi kerapuhan usia. Ozzy, yang sempat menjadi ikon kontroversial lewat reality show The Osbournes, justru menunjukkan sisi paling manusiawi di akhir hayatnya: seorang ayah yang lebih memilih waktu bersama keluarga daripada sorotan panggung.
Fenomena ini mengingatkan pada tren serupa di Tanah Air, di mana para musisi senior mulai mengurangi jadwal tur karena alasan kesehatan. Namun, berbeda dengan Ozzy yang secara eksplisit menyatakan "aku lebih membutuhkan kesehatanku", banyak artis Indonesia masih enggan mundur dari panggung meski kondisi fisik menurun. Keputusan Ozzy bisa menjadi refleksi bagi industri musik lokal tentang pentingnya prioritas kesehatan di atas popularitas.
Warisan Ozzy memang tak lekang oleh waktu. Dari lagu-lagu ikonik seperti "Paranoid" dan "Iron Man" hingga serial MTV yang merevolusi genre reality show, pengaruhnya melampaui batas genre dan generasi. Keluarga Osbourne, termasuk Sharon, Jack, dan Aimee, telah menjadi bagian dari sejarah pop kultur. Kini, dengan kepergian Ozzy, pertanyaan besarnya adalah: akankah anak cucunya melanjutkan warisan itu, atau justru memilih hidup di luar bayang-bayang sang legenda?



