Rei Hance Menolak Kembali ke Hutan: Sang Bintang The Blair Witch Project Absen dari Reboot 2027
Baca dalam 60 detik
- Lionsgate mengonfirmasi reboot The Blair Witch Project akan dirilis 24 September 2027, dengan visi baru untuk memperkenalkan kembali horor klasik ke generasi baru.
- Aktris asli Heather Donahue (kini Rei Hance) menolak tawaran karena keberatan dengan klausul hak penggunaan identitas dan suara di masa depan, meski produser James Wan ingin semua pihak asli terlibat.
- Joshua Leonard dan Michael C. Williams kembali sebagai produser eksekutif, sementara naskah ditulis Chris Thomas Devlin dan diproduseri Jason Blum serta James Wan.

Lionsgate memastikan bahwa versi terbaru The Blair Witch Project akan tayang di bioskop pada 24 September 2027, membawa kembali salah satu waralaba horor found-footage paling ikonik dengan pendekatan yang sepenuhnya segar. Kepastian ini diumumkan melalui media sosial pada Selasa (23/6/2025), menandai langkah besar setelah proyek pertama kali diumumkan di CinemaCon 2024.
Ketua Lionsgate Motion Picture Group, Adam Fogelson, menjanjikan "visi baru untuk Blair Witch yang akan memperkenalkan kembali horor klasik ini bagi generasi baru". Meski detail plot masih dirahasiakan, studio tampaknya ingin menjauh dari bayang-bayang film asli yang sukses besar pada 1999. Saat itu, film dengan anggaran hanya 60 ribu dolar AS berhasil meraup pendapatan global hampir 250 juta dolar AS, menjadikannya salah satu investasi paling menguntungkan dalam sejarah perfilman.
Namun, kabar mengejutkan datang dari Rei Hance—dulu dikenal sebagai Heather Donahue—yang memutuskan untuk tidak terlibat dalam proyek ini. Melalui unggahan Facebook awal bulan ini, ia mengungkapkan bahwa tawaran yang diterimanya memunculkan "pertanyaan jangka panjang yang sulit tentang hak, penggunaan identitas dan suara di masa depan, kemampuan untuk berbicara bebas, serta kompensasi". Hance menegaskan, "Pada akhirnya, itu bukan sesuatu yang saya rasa nyaman untuk ditandatangani. Saya tulus mendoakan yang terbaik untuk semua yang terlibat. Namun, menjaga otonomi saya lebih berarti bagi saya."
Keputusan Hance kontras dengan pernyataan produser James Wan sebelumnya yang menekankan pentingnya melibatkan "semua orang asli" dari film klasik tersebut dan mendapatkan "restu" mereka. Wan, yang dikenal lewat waralaba Saw dan The Conjuring, mengatakan kepada IndieWire, "Kami ingin menghormati warisan semuanya." Meski demikian, dua bintang asli lainnya—Joshua Leonard (51) dan Michael C. Williams (52)—justru bergabung sebagai produser eksekutif, bersama dengan kreator asli Eduardo Sanchez, Daniel Myrick, dan Gregg Hale.
Michael C. Williams menyambut antusias proyek ini melalui akun X, menulis, "Tidak ada yang lain selain rasa syukur. Oh ya, ini bukan 'remake'. Kalian tunggu saja. Sang Penyihir kembali..." Naskah ditulis oleh Chris Thomas Devlin, sementara jajaran produser eksekutif diperkuat oleh Michael Clear, Judson Scott, dan Steven Schneider. Jason Blum, pendiri dan CEO Blumhouse Productions, juga bergabung sebagai produser.
Bagi penonton Indonesia, fenomena The Blair Witch Project memiliki tempat tersendiri. Film ini menjadi salah satu pelopor genre found-footage yang kemudian menginspirasi banyak film horor lokal, seperti Jelangkung dan Kuntilanak. Kehadiran reboot ini berpotensi menghidupkan kembali diskusi tentang bagaimana teknologi dan hak digital memengaruhi keterlibatan aktor di era streaming dan kecerdasan buatan. Kasus Hance menjadi pengingat bahwa di balik layar, pertarungan antara kreativitas, hak individu, dan kepentingan komersial masih terus berlangsung.
Dengan absennya Hance, akankah visi "menghormati warisan" yang digaungkan James Wan tetap tercapai? Atau justru ketidakhadirannya akan menjadi bumerang bagi autentisitas film yang dibangun di atas ilusi realitas? Publik hanya bisa menunggu hingga September 2027 untuk melihat apakah sang penyihir benar-benar kembali dengan kekuatan yang sama.



