Serena Williams Kembali ke Tunggal Wimbledon: Legenda Hidup yang Tak Pernah Padam
Baca dalam 60 detik
- Serena Williams, 44 tahun, menerima wildcard untuk tampil di nomor tunggal Wimbledon 2025, mengakhiri empat tahun absen dari kompetisi tunggal.
- Keputusan ini muncul setelah ia bermain di nomor ganda sebagai persiapan, dan didorong oleh keinginan putrinya menyaksikannya bertanding.
- Williams masih memburu gelar Grand Slam ke-24 untuk menyamai rekor Margaret Court, dan Wimbledon menjadi panggung paling mungkin.

Serena Williams akan kembali ke panggung tunggal Wimbledon setelah menerima wildcard untuk turnamen yang dimulai 29 Juni mendatang. Legenda tenis berusia 44 tahun itu mengisi slot terakhir undian utama putri, menggantikan posisi yang kosong setelah pengumuman awal pekan ini.
Kepulangan Williams ke nomor tunggal merupakan kejutan besar, mengingat ia telah absen dari kompetisi tunggal sejak 2022. Dalam empat tahun terakhir, ia hanya tampil di nomor ganda, termasuk kemenangan di Queen's bersama Victoria Mboko dan kekalahan di Berlin bersama Karolina Muchova. Namun, penampilan di ganda itu menjadi batu loncatan untuk kembali ke tunggal.
Williams telah memenangkan tujuh gelar tunggal Wimbledon, terakhir pada 2016. Ia juga mengoleksi 23 gelar Grand Slam, hanya satu di bawah rekor Margaret Court. Dengan 319 pekan sebagai petenis nomor satu dunia dan 73 gelar tunggal WTA, Williams adalah salah satu ikon terbesar dalam sejarah olahraga.
Keputusan Williams untuk kembali juga didorong oleh motivasi pribadi. Ia ingin kedua putrinya, Olympia (7 tahun) dan Adira (2 tahun), menyaksikannya bermain di level tertinggi. "Mereka belum pernah melihat saya bermain tunggal di Wimbledon," ujarnya dalam wawancara sebelumnya. Olympia lahir pada 2017, setahun setelah gelar Wimbledon terakhir Williams.
Bagi Indonesia, kembalinya Williams ke Wimbledon menjadi tontonan yang menarik. Tenis, meski bukan olahraga utama di Tanah Air, memiliki basis penggemar yang besar, terutama untuk turnamen Grand Slam. Kehadiran Williams diharapkan meningkatkan minat masyarakat Indonesia terhadap Wimbledon, yang biasanya disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional. Selain itu, perjuangan Williams sebagai ibu yang kembali berkompetisi bisa menjadi inspirasi bagi atlet Indonesia yang juga menjalani peran ganda.
Williams sendiri masih enggan menyebut comeback ini sebagai akhir dari kariernya. Setelah kekalahan di US Open 2022, ia mengatakan "berevolusi menjauh" dari tenis, tetapi tidak pernah memakai kata pensiun. "Siapa yang tahu? Siapa yang tahu di mana saya akan muncul?" katanya setelah kekalahan di Wimbledon 2022. Kini, pintu itu kembali terbuka.
Pertanyaan besarnya: bisakah Williams, di usia 44 tahun, bersaing dengan generasi baru seperti Iga Swiatek atau Aryna Sabalenka? Dengan persiapan yang minim di tunggal, peluangnya mungkin tipis. Namun, jika ada satu petenis yang mampu melawan waktu, itu adalah Serena Williams. Dunia tenis akan menyaksikan apakah legenda ini masih memiliki satu kejutan terakhir.



