Pabrik Karet di Tangerang Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran melanda pabrik karet di Tanah Tinggi, Tangerang, Minggu malam, memicu asap pekat yang terlihat dari jarak jauh.
- BPBD Kota Tangerang mengerahkan puluhan personel dan armada pemadam untuk mencegah api merembet ke bangunan sekitar.
- Penyebab kebakaran dan potensi korban jiwa masih dalam penyelidikan, sementara kerugian materiil belum diperkirakan.

Kebakaran besar melanda sebuah pabrik pengolahan karet di Jalan Melati Raya, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, pada Minggu (21/6/2026) malam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 22.39 WIB dengan cepat membesar dan menghasilkan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langit, mengagetkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Gufron Fathrawi, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi awak media. Ia menyebutkan bahwa tim pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan lokalisasi dan pemadaman api. "Ya benar, kebakaran terjadi di pabrik karet," ujarnya singkat, Minggu malam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penyebab kebakaran. Pihak berwenang juga belum merilis data terkait adanya korban jiwa atau kerugian materiil. Namun, video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan api melalap sebagian besar bangunan pabrik, sementara asap tebal menyelimuti area sekitar.
Kebakaran pabrik karet ini menjadi perhatian karena potensi dampak lingkungan dan kesehatan. Asap hitam pekat yang dihasilkan dari pembakaran karet mengandung partikel berbahaya seperti karbon hitam dan senyawa organik volatil. Warga di sekitar lokasi diimbau untuk menggunakan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan hingga situasi kondusif. BPBD juga mengingatkan agar masyarakat tidak mendekati area kebakaran untuk memberi ruang bagi petugas.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran industri di wilayah Tangerang Raya, yang merupakan kawasan padat pabrik dan gudang. Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran serupa kerap terjadi akibat korsleting listrik atau kelalaian prosedur keselamatan. Otoritas setempat diharapkan segera menginvestigasi penyebab pasti dan mengevaluasi kepatuhan standar keselamatan kebakaran di pabrik-pabrik sekitar.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan industri, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap fasilitas produksi memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai, seperti hidran, alat pemadam api ringan (APAR), dan jalur evakuasi yang jelas. Sementara itu, investor dan pelaku industri harus meninjau kembali asuransi properti dan rencana kontinjensi untuk meminimalkan kerugian.
"Kami masih melakukan pendinginan dan penyelidikan lebih lanjut. Belum bisa memastikan penyebab maupun kerugian," ujar Gufron Fathrawi, Kabid Kedaruratan BPBD Kota Tangerang.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah insiden ini akan mendorong revisi regulasi keselamatan kebakaran di kawasan industri Tangerang. Dengan meningkatnya frekuensi kebakaran pabrik, publik menanti langkah konkret dari pemerintah untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Sementara itu, warga sekitar berharap proses pemadaman dan investigasi berjalan cepat agar aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari dapat segera pulih.



