Kecelakaan Konstruksi Terowongan Kereta Api di Thailand Utara Tewaskan Dua Pekerja
Baca dalam 60 detik
- Dua pekerja tewas dan dua lainnya luka berat saat komponen instalasi berat jatuh di terowongan Doi Luang, Chiang Rai, bagian dari proyek jalur kereta Den Chai-Chiang Khong.
- Insiden terjadi saat pemasangan waterproofing; Kereta Api Thailand menghentikan sementara pekerjaan selama dua hari untuk investigasi struktural.
- Kecelakaan ini menyoroti risiko keselamatan proyek infrastruktur besar di kawasan, termasuk potensi dampak bagi pekerja migran Indonesia di sektor konstruksi Thailand.

Kecelakaan konstruksi kembali menelan korban jiwa di kawasan Asia Tenggara. Dua orang pekerja tewas dan sedikitnya dua lainnya mengalami luka serius setelah sebuah komponen instalasi berat jatuh menimpa mereka di dalam terowongan kereta api yang sedang dibangun di Provinsi Chiang Rai, Thailand utara, pada Sabtu (21/6). Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan dalam proyek infrastruktur besar di kawasan.
Insiden terjadi di terowongan Doi Luang sepanjang 3,4 kilometer, yang merupakan bagian dari proyek jalur kereta api Den Chai–Chiang Rai–Chiang Khong. Menurut laporan media setempat yang dikutip Minggu (22/6), para pekerja saat itu tengah memasang lapisan kedap air (waterproofing) di dalam terowongan ketika komponen berat tiba-tiba jatuh. Dua pekerja meninggal di tempat, sementara korban luka segera dilarikan ke rumah sakit setempat.
Proyek jalur kereta api ini merupakan bagian dari rencana pengembangan konektivitas transportasi darat Thailand yang menghubungkan wilayah utara hingga perbatasan Laos. Pembangunan terowongan Doi Luang sendiri dikenal memiliki tantangan geologis yang kompleks, sehingga pengawasan keselamatan menjadi krusial. Otoritas Kereta Api Thailand (SRT) langsung menghentikan seluruh aktivitas di lokasi selama dua hari untuk memberi ruang bagi tim ahli dan instansi terkait melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi struktur serta mencari penyebab pasti kecelakaan.
Kecelakaan ini membuka kembali diskusi tentang standar keselamatan kerja di proyek infrastruktur Thailand, yang kerap mempekerjakan tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan RI, ribuan pekerja Indonesia tercatat bekerja di sektor konstruksi Thailand, terutama di proyek-proyek besar seperti jalan tol dan kereta api. Insiden seperti ini menimbulkan kekhawatiran akan perlindungan pekerja migran, termasuk akses terhadap pelatihan keselamatan dan jaminan sosial.
“Kecelakaan fatal di proyek infrastruktur bukan hanya masalah teknis, tetapi juga cerminan lemahnya budaya keselamatan,” ujar seorang analis keselamatan kerja yang enggan disebut namanya. “Investigasi yang transparan dan perbaikan sistem pengawasan mutlak diperlukan, terutama di proyek yang melibatkan risiko tinggi seperti terowongan.”
Ke depan, hasil investigasi SRT akan menjadi sorotan tidak hanya bagi Thailand, tetapi juga bagi negara-negara tetangga yang tengah giat membangun infrastruktur. Apakah insiden ini akan mendorong perbaikan regulasi keselamatan yang lebih ketat, atau justru terulang lagi di proyek serupa? Jawabannya masih menunggu langkah konkret dari otoritas Thailand.



