Status Siaga Gunung Awu: Radius Bahaya 4 Km, Warga Diimbau Waspada
Baca dalam 60 detik
- PVMBG menetapkan Gunung Awu di Sulawesi Utara pada Level III (Siaga) dengan radius bahaya 4 km dari kawah.
- Meski aktivitas visual normal, kegempaan mencatat 20 gempa tektonik jauh dalam enam jam pengamatan.
- Masyarakat diminta mengikuti arahan BPBD dan tidak terpancing informasi tak bertanggung jawab.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih mempertahankan status Level III atau Siaga untuk Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, seiring dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Subandrio K. Puyo, dalam keterangan resmi Minggu (21/6) menegaskan bahwa status tersebut belum berubah meskipun secara visual gunung tampak tenang. "Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih berstatus level III atau siaga," ujarnya.
Berdasarkan laporan periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan dengan angin lemah ke utara. Suhu udara berkisar 26โ31 derajat Celsius, kelembaban 76โ80 persen. Secara visual, puncak terlihat jelas dengan kabut tipis hingga sedang, dan tidak teramati adanya asap kawah. Namun, data kegempaan menunjukkan 20 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5โ48 milimeter, selisih gelombang S-P 16โ21 detik, serta durasi 40โ247 detik.
"Belum terdapat laporan kejadian lain yang menonjol selama periode pengamatan. Meski demikian, status aktivitas Gunung Awu tetap berada pada level III (siaga)," kata Subandrio.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 km dari kawah puncak. Warga di sekitar gunung diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas vulkanik Gunung Awu. "Warga diimbau mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe," pungkas Subandrio.
Konteks Indonesia: Gunung Awu merupakan salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara yang pernah mengalami erupsi besar pada tahun 1966 dan 2004. Status siaga ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana. BPBD setempat diharapkan terus memantau perkembangan dan menyosialisasikan jalur evakuasi jika status meningkat.
Ke depan, PVMBG akan terus memantau aktivitas Gunung Awu secara intensif. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah peningkatan kegempaan ini merupakan prekursor erupsi atau sekadar fluktuasi normal. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengandalkan informasi resmi.



