Samurai Blue Ukir Sejarah: Jepang Hajar Tunisia 4-0, Kaki di 32 Besar Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Jepang menjadi tim Asia pertama yang mencetak empat gol dalam satu laga Piala Dunia setelah membantai Tunisia 4-0 di Monterrey.
- Kemenangan ini mengantarkan Jepang ke puncak klasemen Grup F dengan empat poin, meski harus kehilangan sejumlah pilar akibat cedera.
- Laga penentu melawan Swedia pada Kamis mendatang akan menentukan apakah Jepang lolos langsung atau harus bergantung pada status peringkat ketiga terbaik.

Jepang menorehkan tinta emas di Stadion Monterrey, Sabtu (20/6), dengan menghancurkan Tunisia 4-0 dalam laga yang merupakan partai ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia. Kemenangan ini tidak hanya membawa Samurai Blue ke ambang babak 32 besar, tetapi juga menjadikan mereka tim Asia pertama yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Empat gol kemenangan Jepang dicetak oleh Junya Ito, Daichi Kamada, dan dua gol dari Ayase Ueda. Dominasi penuh diperlihatkan anak asuh Hajime Moriyasu sejak menit awal, membuat Tunisia tak berkutik. Hasil ini sekaligus memastikan langkah Tunisia terhenti di fase grup setelah sebelumnya dihancurkan Swedia 5-1 pada laga perdana.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah kondisi tim Jepang yang tengah dilanda badai cedera. Sebelum keberangkatan ke Amerika Utara, gelandang Brighton Kaoru Mitoma dan penyerang Monaco Takumi Minamino sudah dipastikan absen. Kapten Wataru Endo juga harus mundur dari turnamen karena cedera dan memutuskan pensiun dari tim nasional. Teranyar, bintang serangan Takefusa Kubo mengalami cedera saat melawan Belanda dan tidak bisa tampil kontra Tunisia.
Namun, semangat kolektif justru menjadi senjata utama Jepang. Para suporter yang ditemui CNA meluapkan kebanggaan terhadap kekompakan tim. "Kami adalah tim, bukan individu," ujar Ryu Hotta, penggemar setia yang menyebut ini sebagai salah satu penampilan terbaik Jepang dalam beberapa dekade. "Memiliki satu bintang itu penting, tetapi sekarang kerja sama tim Jepang sangat indah berkat Moriyasu," tambah Yohei Nakai.
Dukungan luar biasa juga datang dari publik Meksiko. Stadion Monterrey dipenuhi sorak-sorai untuk Jepang, seolah menjadi laga kandang. "Seluruh stadion ada di pihak kami. Suporter Meksiko benar-benar membantu," kata Ken Okawa, fans Jepang lainnya. Fenomena ini menunjukkan daya tarik global Samurai Blue yang mampu merebut hati tuan rumah.
Di sisi lain, kekalahan telak Tunisia memicu pergantian pelatih. Sabri Lamouchi dipecat setelah dihajar Swedia, dan Herve Renard ditunjuk sebagai pengganti. Namun, perubahan itu belum membuahkan hasil. Tunisia pulang lebih awal dengan rapor nol poin.
Jepang kini memuncaki Grup F bersama Belanda yang juga mengemas empat poin setelah menekuk Swedia 5-1. Kedua tim unggul dalam hal produktivitas gol, dengan Belanda unggul selisih gol berkat kemenangan telak. Laga penentu melawan Swedia pada Kamis (25/6) akan menjadi final mini bagi Jepang. Hasil imbang atau menang sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar. Bahkan jika kalah, Jepang masih berpeluang lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik.
"Kami masih harus memikirkan Swedia. Setiap tim di Piala Dunia adalah lawan yang sulit," ujar Okawa mengingatkan. Namun, keyakinan tinggi terpancar dari kubu Jepang. "Tujuan kami adalah menjadi juara dunia. Kami percaya bisa melakukannya," tegas Nakai. Pertanyaan besarnya: mampukah Jepang mempertahankan performa ini dan melangkah lebih jauh, atau justru tersandung di laga krusial melawan Swedia?



