Ramadhan Sananta Wajib Bangkit di Persebaya demi Tiket Piala AFF 2026
Baca dalam 60 detik
- Ramadhan Sananta kembali ke Indonesia setelah semusim di Malaysia dan bergabung dengan Persebaya Surabaya.
- Penampilannya menurun sejak pindah ke Persis Solo, sehingga ia kehilangan tempat di Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026.
- Piala AFF 2026 menjadi peluang terbesar bagi Sananta untuk merebut kembali posisi striker utama, meski persaingan di lini depan sangat ketat.

Kepulangan Ramadhan Sananta ke Tanah Air bukan sekadar perpindahan klub, melainkan sebuah misi penyelamatan karier. Striker berusia 23 tahun itu harus segera menemukan performa terbaiknya di Persebaya Surabaya jika ingin kembali berseragam Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026 yang akan digelar Juli-Agustus mendatang.
Setelah menghabiskan satu musim di Liga Super Malaysia bersama DPMM, Sananta memutuskan pulang dan bergabung dengan Persebaya untuk kompetisi Super League 2026/2027. Keputusan ini dinilai tepat oleh Sapto Nugroho, mantan pelatihnya di PPLP Riau yang kini menjadi pengamat sepak bola. Menurut Sapto, Sananta akan kembali ditangani oleh Bernardo Tavares, pelatih yang sukses membesarkan namanya di PSM Makassar tiga musim lalu. โPemain bisa berkembang jika ditangani pelatih yang tepat. Saya yakin dia akan menemukan kembali permainan terbaiknya di Persebaya,โ ujar Sapto.
Namun, jalan Sananta tak mudah. Dua musim berseragam Persis Solo justru menjadi titik balik negatif. Sapto menilai performa mantan anak didiknya itu menurun drastis dibanding saat masih di PSM. โPilihan ke Persis tidak salah, tapi penampilannya saya nilai ada penurunan. Itu jadi pengalaman berharga,โ katanya. Penurunan itu berujung pada absennya Sananta dari skuad Timnas Indonesia pada dua laga FIFA Matchday awal Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik. Ini kali pertama ia tidak dipanggil sejak debut pada 2022. Pelatih John Herdman lebih memilih Mauro Zijlstra untuk mengisi lini depan.
Persaingan di lini depan Timnas Indonesia memang semakin ketat. Satu tempat sudah pasti menjadi milik Ole Romeny, naturalisasi asal Belanda yang tampil impresif. Namun, Sapto melihat Piala AFF 2026 sebagai peluang emas bagi Sananta. โDia harus pelan-pelan kembali. Peluang terbesarnya di Piala AFF nanti. Jika tampil bagus, dia bisa lanjut ke even lainnya,โ tutur Sapto. Di turnamen tersebut, John Herdman akan memanggil pemain-pemain dari Liga Super, sehingga Sananta memiliki kesempatan yang sama dengan striker lain seperti Eksel Runtukahu, Jens Raven, Mauro Zijlstra, Rizky Eka Pratama, dan Hokky Caraka.
Bagi Sananta, tekanan untuk segera bangkit sangat besar. Ia harus membuktikan bahwa penurunan performa hanyalah fase sementara. Dengan bimbingan Bernardo Tavares di Persebaya, optimisme pun muncul. โSaya kira kalau bersaing dengan nama-nama itu, Ramadhan Sananta masih bisa. Sebagai mantan pelatihnya, saya berdoa dia kembali ke Timnas Indonesia,โ ucap Sapto. Pertanyaannya, akankah Sananta mampu memanfaatkan momentum ini dan merebut kembali tempat yang pernah menjadi miliknya?



