Petarung Inggris Kembali Menuai Kekecewaan di UFC: Mullins Takluk di Ronde Pertama
Baca dalam 60 detik
- Melissa Mullins harus mengakui keunggulan Bia Mesquita melalui submission di ronde pertama UFC Las Vegas, menambah deretan hasil pahit petarung Inggris di oktagon.
- Mesquita, jagoan jiu-jitsu Brasil, mampu bangkit dari pukulan keras Mullins dan memanfaatkan kelemahan lawan di pertarungan bawah untuk memenangkan laga.
- Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Mullins yang sebelumnya harus menahan air mata saat timbangan di UFC London akibat lawan batal bertanding.

Petarung kelas bantam asal Inggris, Melissa Mullins, kembali harus menelan pil pahit di ajang UFC. Dalam pertarungan yang berlangsung di Las Vegas, Sabtu (29/3) waktu setempat, Mullins dipaksa menyerah oleh Bia Mesquita melalui kuncian armbar di ronde pertama. Kekalahan ini menjadi babak baru dari rangkaian nasib buruk yang menghantui karier Mullins di oktagon.
Mullins, 34 tahun, sebenarnya memulai pertarungan dengan impresif. Ia langsung menekan Mesquita dengan pukulan-pukulan keras dan berhasil melayangkan pukulan kiri yang membuat petarung Brasil itu goyah. Banyak yang menduga Mullins akan meraih kemenangan besar melawan petarung tak terkalahkan tersebut. Namun, Mullins memilih untuk membawa pertarungan ke bawah, sebuah keputusan yang berakibat fatal. Mesquita, yang merupakan juara dunia jiu-jitsu Brasil, dengan cepat memanfaatkan situasi. Ia menggunakan waktu untuk memulihkan diri sebelum melancarkan kuncian armbar yang memaksa Mullins mengetuk kanvas.
Kekalahan ini menambah derita Mullins yang belum lama ini mengalami momen memilukan di UFC London. Saat itu, ia menangis di atas timbangan setelah berhasil memenuhi batas berat badan, namun pertarungan kandangnya batal karena lawan gagal memenuhi syarat. Kini, Mullins harus menerima kenyataan pahit lainnya. Dalam pernyataan usai pertarungan, Mullins mengaku telah tampil maksimal namun harus mengakui keunggulan lawan yang merupakan yang terbaik di bidangnya. "Aku benci olahraga ini, tapi aku cinta bertarung," ujarnya.
Pertarungan utama malam itu mempertemukan Manuel Kape dan Kyoji Horiguchi di kelas terbang. Kape, yang kalah dari Horiguchi pada 2017, akhirnya membalaskan dendamnya dengan kemenangan knockout di ronde ketiga. Kemenangan ini membuka peluang Kape untuk bertarung memperebutkan gelar juara melawan Joshua Van. "Kyoji adalah petarung luar biasa, mungkin yang terbaik yang pernah aku hadapi. Aku ingin menjadi seperti dia," kata Kape penuh hormat.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, pertarungan ini menjadi pengingat betapa pentingnya penguasaan teknik dasar, terutama jiu-jitsu, di oktagon. Mesquita membuktikan bahwa meskipun sempat tertekan, kemampuan bertarung di bawah bisa menjadi pembeda. Sementara itu, perjuangan Mullins menunjukkan betapa kerasnya persaingan di UFC, di mana satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Ke depan, Mullins perlu mengevaluasi strateginya agar tidak lagi terjebak dalam permainan lawan yang lebih unggul di area tertentu.



